Was-was di Pesisir

PASURUAN (INDONESIA). Thecocopost.id-Hari minggu kemarin saya diajak koncho untuk ikut ke Pasuruan. Tujuan kepergian saya adalah membantunya penelitian mengenai model kemitraan di tingkat petani.

Kami punya beberapa kemiripan. Pertama soal konsentrasi jurusan yang sama-sama SP2M. Kedua, kami menggarap proyek dosen yang dijadikan bahan skripsi.

Sayang perbedaan kami begitu krusial. Yakni kendala berbahasa Jawa. Disitulah saya membantu. Terlebih model penelitian di SP2M akan banyak melakukan wawancara.

Kami berangkat dari Malang dalam keadaan gerimis tipis. Setelah 1,5 jam, sampailah kami ke lokasi itu. Namanya Desa Pulokerto yang terletak di Kecamatan Kraton.

Sahabat pembaca bisa cek lewat google maps dengan keyword “rumput laut Pasuruan”. Nanti akan muncul top search bernama Gudang Rumput H. Ismail. Itulah area penelitian sang koncho ini.

Terletak tidak jauh dari Bangil, Pulokerto termasuk wilayah pesisir. Gara-gara hal ini saya menjadi was-was. Musababnya, wilayah pesisir Pasuruan banyak dihuni para blok M”.

Iyo, Meduro.

Bukan bermaksud rasis tapi sterotype orang Madura yang mendiami wilayah rural itu seringkali benar.

Misalnya tidak begitu welcome dengan orang luar, susah diajak bekerjasama, serta berbicara blak-blakan. Bagian terakhir ini saya suka. Namun selebihnya kami harus jaga sikap se-cool mungkin daripada salah bertingkah.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah Pak H. Ismail. Perawakannya kutilang (kurus-tinggi-langsing). Bicaranya irit tapi padat. Kendati demikian, Pak Ismail adalah orang penting di Pulokerto.

Kesibukan beliau adalah petani + pengepul rumput laut. Profesi yang sudah ia geluti sejak 2006. Istimewanya, beliau adalah inisiator di bidang ini & ditunjuk langsung oleh Fredy Numberi kala itu.

Istimewa.

Success case begini termasuk jarang bagi Suku Madura di wilayah pesisir. Karena banyaknya info yang didapat, izinkan saya jadikan tulisan ini sebagai pembuka buat sahabat pembaca yang budiman.

Tenang, The Cocopost Indonesia akan tetap terbit.
Kalau tidak besok, paling tidak ya minggu depan.

(hvm)


Helmuth von Moltke

A Preußen Feldmarschall

%d blogger menyukai ini: