Waktu Perenungan Kosong

Waktu itu memang sangat sulit ditebak
Aku terjebak dengan waktu perenungan yang tak lama
Lelah sudah kudapat dengan pikiran rumit yang menemaniku sebelumnya
Yaaahhh….kadang memang aku manja dengan tanah yang kucangkul…Menepis senja dengan bunga matahari yang bersinar
Aku sendiri dengan menonggakkan tombak bambu
Namun aku lagi lagi menjadi paus sendiri di lautan dalam tak bertepi
Maksudku mengisi dan berlayar namun terlalu berat membawaDengar alunan lagu adalah teman harian
Padang, gunung serta bukit adalah jalanan tua renta
Maka jalanan bukit itu belum tercapai dengan ransel hitam
Seonggok hitam memang hitam jika terdengar keruhSajak sajak ini kebosanan
Lelah menemani dan selalu menari
Aku dan hariku sama
Datar tak berekspresi dan diam hening

(ans)

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: