Viral, Cerita Penumpang yang Ditahan Garuda Indonesia

Indopolitika.com

MALANG (INDONESIA), Thecocopost.id-Maskapai flag carrier Garuda Indonesia menjadi perbincangan di media sosial Twitter pada Minggu (5/1/2020). Pasalnya, muncul cerita dari salah seorang penumpang yang ditahan oleh pihak maskapai usai melakukan perjalanan pada Sabtu (4/1/2020).

Penumpang yang diketahui bernama Jessica tersebut diketahui melakukan penerbangan menuju Bali dengan nomor penerbangan GA404. Diketahui, penumpang tersebut terbang menggunakan layanan business class bersama suami, 3 orang anak, dan 2 pengasuh anak.

Berikut adalah cerita kronologis, seperti dilansir dari akun Twitter Jessica.

So udah banyak yang request gue untuk cerita pengalaman gue jadi penumpang GA404 kemarin, hari Sabtu 4 Januari. Let’s see. Gue travel ke Bali dengan suami gue, 3 anak gue yang terakhir usia 5 bulan, dan 2 orang nannies. Kami duduk di section business class.

Satu-satunya penumpang business class lainnya duduk dibelakang gue, satu penyanyi terkenal who shall not be named karena engga relevan dengan kasus ini. Flightnya smooth, delay sekitar 25 menit karena menunggu runway clear.

Baby gue yang kecil, sedikit rewel karena it was her first flight. No worries, gue nyusuin dia constant aja. Sisanya semua fine2 aja, sampe terakhir waktu mau landing, kita kena holding pen selama sekitar 50 menit, nungguin runway clear di Ngurah Rai.

At this point, anak gue yang besar pengen poop. Posisi memang sudah diperintahkan captain untuk pakai seat belt. Suami gue jalan sebentar ke aisle untuk minta izin bawa anak gue ke toilet. Pramugari menolak, karena alasan safety.

Terus suami gue patuh dong. duduk kembali. That’s fine, terus anak gue mengeluh sakit perut (he held it in though! what a champ), suami gue jd panik sendiri + ngedumel (INI NGEDUMEL KE GUE LHO YA!! IN HIS SEAT!!) ttg Garuda ke gue. Yg mnrt gue wajar, lha dia concerned ttg anaknya.

Gue konsen banget, karena gue emang posisinya lagi nyusuin anak gue yang baby. Tapi yaudah lah, org kita udah lama banget nungguin landing, mendingan cepetan nyampe krn baby gue gak nyaman.

Singkat cerita, kami landing dengan sentosa. Keluar pesawat, turun tangga, naik mobil pertama, langsung ke terminal. Uneventful, just like any other delayed flight. Suami gue lsg ke toilet utk bawa my kid. Kami ke baggage lounge, ngasi tag ke lounge attendant utk dibawain bagasi.

Bagasi selesai diambil, kita ketemu sama orangtua gue dan adik gue yang udah sampe duluan (dgn later flight tapi nyampe duluan.. lol) yg juga nunggu di lounge. Pas gue dan keluarga mau keluar dari lounge, kita ditahan sama lounge attendant. “Permisi, maaf captain mau bicara.”

Nah disini gue curiga, karena didepan lounge udah ngumpul sekitar 7-8 petugas AvSec dan Gapura (ground handlingnya Garuda), 3 orang pilot dan 6 orang pramugari. Karena gue bingung, jadi gue request orang tua gue utk duluan jalan keluar, kita kan ngga tau ya ada apaan.

Kami masuk kembali ke lounge. Didalam lounge satu orang petugas AvSec masuk, minta untuk melihat boarding pass kami. Gue kasi ke dia. Dia bilang captain mau bicara dengan kami. Didepan sudah ada captainnya (who shall be unnamed for the time being).

Dan kita JELAS banget denger captain bilang, “Tahan tuh semuanya!” dengan nada super arogan. wkwk. Yaudah, karena gue merasa aneh, gue keluar dong ke arah captainnya. “Ini ada apa ya?”. Suami gue ngikutin dibelakang gue.

Captainnya berujar lagi, “Ni tahan semua nih!” ke Avsec. Gue makin bingung dong, gila gue uda bayar premium kenapa diperlakukan seperti penjahat TANPA ALASAN YANG JELAS. Suami gue bilang lagi, “Ini ada apa ya??”

Captainnya jawab dgn arogan, “Bapak ngomong apa di flight? Bapak menghina Garuda kan di dalam flight! Saya atas nama direktur operasional Garuda, nanti akan ada petugas yang menindaklanjuti.” Kaget lah suami gue, kapan kita menghina garuda malihhh.

Suami gue blg, “Hah? Kapan kita menghina Garuda? Apa buktinya? Coba tunjukin ke saya.” Captainnya bikin gesture manggil ke arah pramugari yang bergerombol di depan, lalu pramugari yang serving kami di business class dateng. Pramugarinya “Saya denger bapak blg garuda tai”.

Sampe sini sebenernya gue harusnya ketawa. Fasis amat kayanya men, ngedumel sm istri di kursi aja harus dipunish? Trs pramugarinya pergi dan Captainnya blg lagi “Bapak itu udah menghina satu Garuda dengan blg Garuda tai!”

Gue jd kesel, gue blg aja. “Yaudah bapak kan blg direktur operasional, kebetulan bapak saya kenal dgn Pak Chairul dan Pak Chairal, gmn kalo saya telpon skrg?” At this point si Captain melengos terus pergi. Disini udah bnyk bgt petugas avsec yg ngerubungin kita spt kita penjahat.

Gila kan? Gue telp bokap gue, request dia masuk lagi. Terus captain udah pergi, baru orang ground Garuda dateng. Gue jelasin permasalahannya dan gue blg gue akan eskalasi ini ke pak Chairal, mukanya apologetic banget. Mereka langsung berubah 180 derajat. Bokap gue masuk lagi.

Bokap gue yang baru dateng, nanyain duduk persoalan dan langsung WA Pak Chairal yg posisinya lg di LA. Dia nanya, siapa nama captainnya? Disini this is where it gets crazy. NO ONE WANTS TO GIVE IT TO US.

Gue tanya, “Lho, knp saya ga boleh tau siapa nama captain yg nahan saya? Terus saya tau darimana ini captain pilot saya yg tadi?” Tapi semua ground staff Garuda ketakutan gak ada yg mau ngasi namanya siapa.

“Maaf ya mbak, mohon maaf sekali kami bukannya ga mau, tapi ga bisa. Nanti kami yang kena. Saya juga cuma kerja disini.”

Ini berlangsung selama 1 jam, minta nama captain yg udah nahan kita (bukan cuma suami gue, bukan cuma gue, tapi BESERTA ANAK GUE YG UMUR 4,3 dan 5 bulan!!!!!) tapi GAK DIKASIH.

Dalam cerita yang diunggah tersebut, pemilik akun juga menyertakan barang bukti berupa surat keterangan yang diterbitkan oleh pihak Garuda Indonesia.

Viralnya cerita tersebut membuat warganet bertanya-tanya mengenai siapa oknum kru yang bertugas dalam penerbangan tersebut. Seperti dikutip oleh REQnews.com dari salah satu akun bernama Digembok E-nya Tiga, berikut adalah nama-nama yang bersangkutan.

Sementara itu, terkait insiden penahanan penumpang oleh pihak Garuda Indonesia, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melalui Staf Khusus Arya Sinulingga meminta pihak Garuda Indonesia memberi penjelasan kepada publik. Hal ini dilakukan agar publik mengerti kondisi sebenarnya.

“Kita sudah minta Garuda menjelaskan kepada publik kejadian itu, sesuai kronologis supaya publik mengetahui kondisi sebetulnya,” ujar Arya seperti dikutip oleh Detik.com, Senin (6/1/2020).

Hingga berita ini ditulis, pihak Garuda Indonesia belum memberikan keterangan resminya terkait peristiwa penahanan penumpang tersebut.

Penahanan penumpang oleh Garuda Indonesia bukan kali pertama ini terjadi. Sebelumnya, seorang Youtuber bernama Rius Vernandes juga mengalami hal serupa pada 13 Juli 2019 lalu.

Rius, seperti diberitakan oleh Kompas.com, dilaporkan oleh pihak Garuda Indonesia atas unggahannya di Instagram. Kasus ini berakhir damai setelah pihak pelapor, yakni Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) sepakat mencabut laporan terhadap Rius.

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: