Tiket LRT Disubsidi, PSO PT KAI Naik 50 Persen

Foto: Ilustrasi (www.cnbcindonesia.com)

Thecocopost.id-Jakarta. Proyek Light Rapid Transit (LRT) Jabodetabek ditargetkan selesai pada Agustus 2019 mendatang. Rencananya, penjualan tiket LRT Jabodetabek akan disubsidi oleh pemerintah supaya harga lebih terjangkau bagi masyarakat. Hal tersebut menyebabkan nilai public service obligation (PSO) yang diberikan kepada PT KAI di RAPBN 2019 meningkat hingga 50 persen.

Pada RAPBN di tahun 2018, PSO yang diberikan pada PT KAI hanya senilai Rp 2,4 triliun, sedangkan pada RAPBN 2019 meningkat sebesar 50 persen, yakni senilai Rp 4,8 triliun. Selain untuk subsidi LRT Jabodetabek, anggaran ini nantinya juga akan digunakan untuk mensubsidi KA ekonomi jarak jauh, sedang, dan dekat, KRD ekonomi, KA Angkutan Lebaran, dan KRL Commuterline Jabodetabek.

Selain pemberian subsidi, pemerintah akan memberikan jaminan dari penerbitan obligasi atau pinjaman dari lembaga keuangan untuk mempercepat proyek LRT Jabodetabek. Pemberian jaminan ini bertujuan agar PT KAI –apabila tidak dapat melunasi kewajiban tepat waktu– maka pemerintah yang akan memenuhi kewajiban tersebut melalui APBN.

Sebagai tambahan informasi, kenaikan subsidi kepada PT KAI ini menyebabkan total subsidi PSO dalam RAPBN 2019 meningkat 33,8 persen dari tahun 2018, yakni dari Rp 4,43 triliun menjadi Rp 6,76 triliun. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

%d blogger menyukai ini: