Terkena Gegana

Pinterest

Ivan sering mengalami ini: Bekerja keras namun hasil yang didapat malah tidak sesuai dengan ekspetasi. Padahal sudah capek bekerja, sudah presisi strateginya tapi nahas Tuhan berkata lain.

Sebagai manusia yang beragama, Ivan selalu menyempatkan diri buat berdoa. Baginya, berdoa adalah sakral dan inti dari beribadah. Dalam berdoa ia sering sekali menyampaikan keluh kesah kepada-Nya. Misalnya begini:

“Tuhan, hamba sedih sekali karena hasil kerja keras belum kunjung menampakkan hasil. Hamba percaya, usaha tak akan pernah menghianati hasil, maka kuatkanlah diriku wahai Tuhan. Semoga Engkau memberikanku yang terbaik”

Hampir setahun berlalu, hasil yang diharapkan tak kunjung datang. Ivan sering sekali termenung gara-gara itu. Baginya, bila apa yang diharapkannya itu berhasil maka itulah momen dimana Tuhan memberkati dirinya.

Sepulang dari ibadah, ia sengaja tidak pulang. Perjaka berusia 22 tahun ini kemudian memutuskan buat pergi ke alun-alun. Ia ingin menikmati es dawet favoritnya guna menghilangkan tekanan hidup. Ia stress berat.

“Ono opo sih mas, kok sawangane mari kenek gegana ngunu?” tanya sang penjual dawet yang sudah berusia parubaya.

“Hah, maksud bapak?” balas Ivan yang tidak bisa berbahasa Jawa

“Anu mas, gegana itu gelisah-galau-dan gulana”

Ealah… dan bersambung.

(fmi)

Fadel M. Irfan

Jurnalis pertanian yang sangat senang sejarah.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: