Terimakasih Pedih

Malam yang sendu dengan sangat angan arti ringan
Yang ada adalah penantian hampa tanpa adanya tatapanmu
Ya sudahlah barangkali ini garis
Garis yang membentang dari lingkar khatulistiwa yang tetap saja menjadi obat

Daku telah mendaki garis dengan tubi – tubi puing – puing tembok yang sudah mencekam
Anggaplah ini sebuah keadaan yang hakiki dan semua yang ada didalamnya
Kawan atau sang mesra memang nikmat yang memikat
Jumpaku yang akan terpisahkan dengan alam lain kembali

Dalangnya adalah diriku pembawa obor
Obor yang cukup untuk membakar ilalang pagi yang baru saja mekar
Sekali lagi sakitku memang sakit yang mendalam
Aku tak kuasa untuk sendu ini dari rindu rindu

Hempas dan hirup kadang menggerogoti
Sudah menjadi langka dan sembarang minyak lawu
Hati – hati menjadi hati yang tak berhati
Dengan kata ini aku melepasmu dengan tak berdaya

(ans)

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: