Sumberbulu (Bagian 1)

(Fadel M Irfan)

Ini memang nama sungai.

Dan tolong jangan berpikir yang aneh-aneh. Lokasinya ada di Dusun Pandanrejo, Desa Bambang.

Akhirnya, saya tiba di lokasi magang. Tapi saat ini, sungai ini tidak ada airnya. Kering betul. Tapi ketika musim hujan tiba, airnya bisa meluap-luap. Bahkan menyebabkan banjir. Kedalamannya mencapai 20-25 meter.

Saat hujan, airnya selalu keruh. Dan ini yang menjadi masalah. Keruh karena terbawa pasir. Yang pasir ini berasal dari tambang.

Tambang pasir di Desa Bambang. Melegenda sejak 1984.

Se-antero Malang Raya, semua pasokan pasir berasal dari Bambang. Memang sangat terkenal. Menyaingi yang dari Lumajang. Karena cocok dan rekat untuk bangunan. Akibatnya, lahan-lahan yang ada di sini ketinggiannya persis seperti undag-undagan. Tidak cocok kalau saya sebut tangga. Lihatlah di gambar, lahan pertaniannya hampir semua berkontur seperti itu.

Waktu koordinasi dengan pembimbing dulu, saya diinfokan kalau tambang ini merusak dan bukti keserekahan manusia. Mengakibatkan longsor dan menganggu PLTA Karangkates.

Benarkah begitu? Kondisi di lapangan, ternyata…

Tunggulah episode 2. Tema ini sangat layak untuk dijadikan series.

Saya jamin. Terlalu banyak info dan bukti yang saya terima pada minggu pertama magang ini.

Hehehe.

(fmi)

Fadel M. Irfan

Jurnalis pertanian yang sangat senang sejarah.

%d blogger menyukai ini: