Sumber Abadi

Sebelumnya saya mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-74.

Semoga apapun menjadi lebih baik. Dengan kunci: SDM Unggul, Indonesia Maju. Sesuai dengan tema kemerdekaan sekarang.

Tema itu ada hubungannya dengan tempat ini: pendingin susu KSU Sumber Abadi. Lokasinya ada di Dusun Mboros. Perbatasan antara Bambang dan Bringin.

Sumber Abadi terlihat seperti rumah biasa. Letaknya ada di kanan jalan apabila berangkat dari Desa Bringin. Persisnya mengikuti naiknya jalan. Jadi kalau tidak mengurangi kecepatan anda bisa terlewat.

Lokasinya sengaja berada di jalan yang menanjak. Agar susu yang berasal dari bak pendingin dapat dengan mudah disalurkan ke truk pengangkut. Setelah prosesnya selesai truk itu lalu mengantarkan susu tersebut ke pabrik atau tempat pesanan lainnya.

Sumber Abadi memiliki 3 ruangan dengan fungsinya sendiri-sendiri. Ruangan pertama digunakan untuk tempat pakan. Sebelahnya lagi adalah bak pendingin. Lalu ruangan terakhir adalah tempat penyucian dengan empat kran berjejer.

Jadwal operasionalnya dua shift. Jam 06.00 – 08.00 dan 14.00 – 15.00. Buka setiap hari dan tak mengenal libur. Termasuk hari kemerdekaan kemarin.

Tempat ini sejatinya adalah penampungan susu. Yang kemudian susu itu disterilkan dengan cara modern. Lewat proses Direct Expansion Cooling Unit. Proses ini menghasilkan susu sapi yang siap konsumsi, segar dan bebas bau tengik. Meskipun tidak tahan lama.

Biasa saja sebenarnya. Tempat seperti Sumber Abadi jamak ditemui pada KUD di desa-desa. Namun ada cerita dibalik itu yang membuat saya kepincut.

Pemiliknya masih enom.

Namanya Rio Sunarto. Usia 21 tahun. Asli Bambang.

Rio saya sebut pahlawan ekonomi desa. Diusianya yang masih muda ia berhasil meningkatkan skala usaha peninggalan almarhum ayahnya. Hingga menjadi salah satu andalan aktivitas ekonomi di Bambang.

Mulanya Sumber Abadi hampir bangkrut karena punya piutang 120 juta saat ditinggal ayahnya mangkat pada 2012 silam. Pelan-pelan kondisi itu ia ubah. Rio melakukan perbaikan-perbaikan dengan konsisten.

Contoh yang membuat saya salut adalah memberikan pengertian kepada peternak tentang manajemen kandang yang benar. Terlihat sepele tapi hal itu mutlak dilakukan agar susunya bisa bermutu baik. Terutama untuk pesanan yang dari pabrik pengolahan.

Puncaknya pada 2017. Sumber Abadi menjadi tempat satu-satunya yang dipercaya peternak Bambang untuk menjual susunya. Strateginya berhasil. Kini modal sosial Rio sangatlah kuat.

Fenoma tersebut menjadi perhatian tersendiri buat saya. Apalagi profesi utama warga Bambang adalah Peternak. Disamping penambang pasir tentunya.

Di masa mendatang, Indonesia butuh lebih banyak orang seperti Rio. Agar kue ekonomi tidak hanya dinikmati di perkotaan.

Kapan-kapan saya akan tulis cerita perjuangan Rio memperbaiki Sumber Abadi.

Kali ini tidak pakai sumpah.

(fmi)

Fadel M. Irfan

Seorang jurnalis pertanian. Yang juga sangat senang sejarah.

%d blogger menyukai ini: