Strategi PT KAI Naikkan Jumlah Pengguna

Lokomotif CC 206 13 72 JNG melintas di bawah fly over Mergosono (The Coco Post Indonesia/Lugas Rumpakaadi)

MALANG (INDONESIA), Thecocopost.id-Jumlah pengguna kereta api (KA) diklaim mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa penumpang KA mengalami kenaikan sebesar 168,5% sejak tahun 2006-2019.

Tahun 2006, pengguna KA tercatat hanya 159,5 juta sedangkan di tahun 2019, pengguna KA meningkat menjadi 428,1 juta. Dengan kenaikan tersebut, tentunya banyak yang bertanya mengenai strategi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI) ini.

Seperti dilaporkan oleh Tempo, PT KAI saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI di Gedung DPR, Senin (10/2/2020), mengatakan hal tersebut dikarenakan perusahaan dapat mengubah pola pikir pegawai. Direktur Utama (Dirut) PT KAI Edi Sukmoro menyebut pola pikir pegawai sebelumnya berorientasi terhadap produk, sementara saat ini berubah menjadi berorientasi layanan.

Salah satu bukti orientasi layanan di perusahaan adalah dengan mempermudah cara mendapatkan tiket KA. Saat ini, PT KAI memiliki banyak kanal penjualan tiket seperti website, aplikasi KAI Access, hingga kanal eksternal seperti Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, dan sebagainya. Dengan mempermudah pengguna untuk mendapatkan tiket, pengguna akan semakin gemar menggunakan KA untuk bepergian.

Di samping adanya peningkatan jumlah penumpang, PT KAI juga melaporkan terjadi kenaikan pada jumlah angkutan barang. Sepanjang tahun 2019, perusahaan berhasil mengangkut 47,2 juta ton atau naik 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, PT KAI memiliki jumlah sarana mencapai 10.219 unit. Jumlah tersebut terdiri atas lokomotif, kereta, hingga gerbong untuk angkutan barang. Perusahaan juga memiliki aset sepanjang 5.069 km serta jumlah pegawai sebanyak 42.709 orang.

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: