Solusi dari Unilever

Mr. Preußen

Thecocopost.id-Sahabat CocoReader tentu tahu bila dewasa ini plastik adalah sebuah material yang tak bisa dilepaskan dari kebutuhan sehari-hari. Sebut saja mulai dari perabotan rumah tangga hingga peralatan makan.

Harganya yang murah serta durability yang tinggi membuat banyak industri manufaktur kepincut. Tapi apa boleh dikata, kendati murah plastik sangat merusak bagi ekosistem.

Sampah berbahan plastik perlu waktu 50-100 tahun untuk terurai dalam tanah. Itupun masih ditambah fakta menyakitkan lain. Bahwa, pencemaran terbesar di laut diakibatkan oleh sampah plastik.

Yang bikin sedih, Indonesia ternyata negara polutan laut terbesar kedua di dunia dengan angka 187,2 juta ton per tahun. Semuanya gara-gara plastik. Miris sekali padahal negara kita ini katanya maritim.

Lantas, salah siapa? Yang jelas ini tanggung jawab kita semua. Terutamanya pihak produsen. Dan bermain salah-salahan tidak akan menyelesaikan masalah.

Dan kali ini saya perlu memuji perusahaan bernama Unilever. Yang secara luar biasa melakukan terobosan strategi marketing dengan ciamiknya. Juga disaat yang sama, merespon dampak sampah plastik dari produk keperluan rumah tangga.

Breaktrough itu bernama Refill Station. Sederhana sebetulnya, tapi solusi ini tergolong baru di Indonesia. Tujuannya mengajak masyarakat melakukan daur ulang dan menghindari beli produk baru .

Tentu ini mendidik. Juga harus sangat diapresiasi. Jarang ada inisiatif se mulia ini yang datang dari perusahaan. Masalahnya, Refill Station ini baru berlokasi di Saruga Sektor 1 Bintaro – Jakarta Selatan.

Saya berharap model pengisian itu bisa segera dibuka disini. Lha kan penduduk Jatim lebih banyak daripada disana.

(hvm)


Helmuth von Moltke

A Preußen Feldmarschall

%d blogger menyukai ini: