Sepuluh BUMN Hidupkan Kembali Maskapai Merpati

Thecocopost.id-JAKARTA, INDONESIA. Sepuluh perusahaan BUMN bahu-membahu menghidupkan kembali PT Merpati Nusantara Airlines yang berhenti beroperasi pada 2014 silam karena masalah finansial.

Kesepuluh BUMN tersebut antara lain, Garuda Indonesia, Semen Indonesia, Pertamina, Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia, PLN, BTN, Mandiri, BNI, dan BRI.

Berdasarkan perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada Rabu (15/10/2019), Merpati dan BUMN akan bekerja sama dalam bisnis kargo, penanganan darat, perbaikan dan pemeliharaan, serta pusat pelatihan.

Merpati akan mengoperasikan bisnis kargo udara untuk rute domestik dan internasional menggunakan armada Garuda.

Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia, Semen Indonesia dan Perikanan Nusantara akan menggunakan layanannya.

Untuk bisnis perbaikan dan pemeliharaan, Merpati akan bertindak sebagai agen pemasaran dan menyediakan layanan pemeliharaan turbin untuk Pertamina dan PLN.

Selain itu, Garuda Indonesia akan membantu mengelola pusat pelatihan Merpati Nusantara sehingga dapat menjadi sumber pendapatan bagi perusahaan.

“Kami berterima kasih atas kolaborasi ini. Ini akan membantu Merpati untuk memanfaatkan sumber daya dan kapabilitasnya untuk memenuhi persyaratan proses restrukturisasi perusahaan,” kata Dirut Merpati Asep Ekanugara.

Dia menambahkan kerja sama itu berarti Merpati bisa terbang lagi, serta akan membantunya untuk bisa kembali beroperasi penuh.

“Kami akan bekerja sama untuk membawa Merpati kembali ke bisnis. Pada saat yang sama (kerja sama) akan menguntungkan kami juga,” kata Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara .

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi kesempatan bagi Merpati untuk memulai kembali operasi. Membawa arus kas untuk membayar cicilan kepada para kreditornya,” tambahnya.

Merpati didirikan pada tahun 1962 dan berhenti beroperasi pada tahun 2014.

Maskapai penerbangan milik negara ini terjerat pinjaman ke beberapa pihak termasuk beberapa BUMN.

Pada tahun 2018, pengadilan memutuskan bahwa Merpati tidak bangkrut dan memutuskan maskapai tersebut membayar hutang sebesar Rp 10,9 triliun.

Pada November tahun lalu, kreditor Merpati memberi maskapai kesempatan untuk menjalankan bisnis dan membayar kembali pinjamannya.

(TheJakartaPost/ldr)

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: