Sengit Paparan Raja Alam

Manusia memang menjadi saksi ketentraman alam
Diiringi oleh kemajuan peradaban
Kita memandang alam yang serba damai dengan hati yang sama dan perilaku yang sama
Memikirkan rumput hijau adalah hal bodoh

Kicau gelatik tidak menjadi masalah
Namun kicau tikus berdasi dipuja puja
Sialan sekali namun manusiawi
Apakah ini arti semua ini menjadikan arti sebuah mulia dengan cemas tak bersalah

Memanfaatkan atau dimanfaatkan
Alam mempunyai masalahnya
Manusia juga sama
Ini adalah perang berkelanjutan sederhana namun sangat menyeramkan

Kadang matahari sudah lelah menyaksikan
Mulai sejak adanya peradaban sampai pucuk sana
Sanggahan langit juga mulai meletakkan tangannya
Hahaha bagaimana ini akan berlanjut aku juga tak tahu…

(ans)


Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: