Semut Pekerja Yang Lelah

fioneysofyan.com

Dalam hamparan yang luas aku disini sebagai semut yang bekerja untuk koloniku, setiap hari aku mengumpulkan makanan demi ratuku. Apapun kulakukan untuk ratuku yang agung, karena beliau adalah segalanya di koloniku.

Semua terlihat sama oleh ratuku, bahkan rasa ketidakadilan dirasa sangat terlihat saat ini. Aku terlempar dari sebagian koloniku. Kesalahanku hanyalah menjatuhkan satu butir gula biasa.

Hukumanku pertama adalah tiang gantungan yang telah disiapkan oleh algojo kepadaku. Atau pengusiran abadi ditanah antah berantah yang sadis.

Jiwaku terkoyak, pikiranku merambah ke hal – hal lain, tubuhku kecil tapi terbebani pemikiran seberat satu ton. Apalah dayaku sebagai seekor semut dihadapkan oleh dua hal yang sama mematikan.

Satu hal aku mati seketika, atau mati sendirian di tanah yang tidak aku ketahui sebelumnya. Kini aku benar – benar lelah dan tak tahu bagaimana cara agar bisa menyambung hidupku yang penuh lika – liku ini.

Sampai aku bertemu oleh sang lebah, dan dia berkata “hidup tidaklah sempit kawan, lihatlah ini aku membawa madu dari ujung dunia sana”. Akupun mengerti satu hal bahwa kali ini aku memang lelah tapi aku tidaklah lelah untuk hidup.

(ans)


Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: