Sempat Mati, KA di Kuba Akhirnya Kembali Dihidupkan

(DW)

Thecocopost.id-HAVANA, KUBA. Sempat mati selama kurang lebih 40 tahun, Kuba kembali mengoperasikan kereta api (KA) penumpangnya pada Sabtu (13/7/2019) kemarin. Pengoperasian KA penumpang ini adalah hasil kerja sama Kuba dengan China dan Rusia.

Selama kurang lebih 40 tahun, sistem KA di Kuba bisa dikatakan sangat kuno. Sistem KA yang telah beroperasi sejak 1830-an ini minim pemeliharaan akibat embargo perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Kuba.

KA di Kuba, selama bertahun-tahun, menjadi angkutan umum termurah namun tidak efisien. Setidaknya, butuh waktu 24 jam untuk melintasi 900 km dari Ibukota di Havana hingga Santiago.

Tak hanya itu, tiket KA juga kerap sulit didapatkan. Infrastruktur yang berantakan tak mampu mengimbangi permintaan. KA juga tidak berjalan sesuai jadwalnya.

Penumpang juga diberikan fasilitas yang tidak memadai, seperti kursi retak hingga jendela dan pintu yang hilang. Akibatnya, dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan KA menjadi suatu hal yang umum di negara ini.

Kondisi itu rencananya akan diubah oleh pemerintah Kuba pada 2030. Pemerintah akan memulainya dengan meningkatkan peralatan KA dan disusul dengan memulihkan jalur KA.

Menurut laman web milik pemerintah, Cubadebate, pada bulan Mei 2019, Kuba telah menerima 80 kereta buatan China dan berharap akan menerima 80 unit lagi pada tahun 2020. “Ini adalah langkah pertama transformasi sistem kereta api Kuba,” kata Eduardo Hernandez, kepala Co Kereta Api Nasional Kuba.

Kereta baru ini terbagi atas dua kelas, yakni kelas satu dan kelas dua, yang dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC). “Kuba tak memiliki gerbong kereta baru sejak tahun 1970-an,” Menteri Transportasi Eduardo Rodriguez seperti dikutip oleh Cubadebate bulan lalu. “Kami hanya menerima gerbong bekas.”

KA baru diharapkan juga bisa mengurangi waktu tempuhnya. Hal ini dapat dilakukan jika Kuba punya jalur baru untuk bisa digunakan mengoperasikan KA dengan kecepatan penuh.

Untuk modernisasi jalur KA, Kuba telah menandatangani kesepakatan dengan nilai $1 miliar dengan Rusia, menurut Interfax.

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: