Seluruh Rangkaian Kereta Berhasil Dievakuasi

Thecocopost.id-Ngawi. Pasca Peristiwa Luar biasa Hebat (PLH) yang terjadi antara Kereta Api Sancaka dan Truk Trailer yang terjadi di Ngawi, saat ini seluruh rangkaian kereta dan lokomotif yang terguling telah berhasil dievakuasi oleh tim dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (DAOP) VII Madiun dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (DAOP) VI Yogyakarta. Evakuasi berhasil diselesaikan kemarin (7/4) malam sekitar pukul 21.33 WIB.

Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan, adalah penggantian rel yang rusak di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Wakil Kepala PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (DAOP) VII Madiun, Supriyanto (dikutip dari harian Jawa Pos) mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki jalur rel tersebut lantaran banyaknya bantalan rel yang pecah akibat dahsyatnya kecelakaan Kereta Api Sancaka pada Jumat (6/4) malam kemarin.

Hingga Sabtu sore (7/6) kemarin, jalur kereta api di wilayah tersebut masih belum dapat digunakan. Akibatnya, seluruh kereta api tujuan Bandung maupun Jakarta yang berangkat dari Surabaya harus memutar melalui jalur utara, sehingga banyak dari kereta api tersebut yang mengalami keterlambatan.

Informasi yang kami dapatkan dari harian Jawa Pos, saat ini sopir truk yang diketahui bernama Aji Aman, warga Bojonegoro saat ini sudah diamankan oleh pihak Satlantas Polres Ngawi.

Proses evakuasi yang dilakukan sejak kemarin rupanya menyedot perhatian warga sekitar. Banyak warga yang rela menembus lumpur untuk melihat proses evakuasi yang dilakukan. Menurut keterangan warga, di wilayah tersebut memang banyak perlintasan liar. Perlintasan liar tersebut umumnya hanya digunakan sebagai lokasi menyeberang warga ke sawah. Namun, akhir-akhir ini juga banyak truk pengangkut material yang juga ikut melewati perlintasan tersebut. Sebelumnya, meski ada perlintasan liar belum pernah ada kecelakaan yang seperti ini.

Insiden di Ngawi tersebut menyebabkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengalami kerugian. Namun, hingga kini belum ada keterangan pasti mengenai jumlah kerugian yang didapatkan. Kerugian tersebut diantaranya akibat kerusakan yang terjadi pada lokomotif dan kereta pembangkit yang digunakan oleh Kereta Api Sancaka pada saat itu. Selain itu, akibat dari lumpuhnya jalur selatan tersebut, banyak calon penumpang dari wilayah Daerah Operasional (DAOP) VII Madiun yang akhirnya memilih untuk mengembalikan tiket yang telah dipesannya.

Terkait dengan kecelakaan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro memaparkan data kecelakan yang terjadi. Data (berasal dariĀ logger) yang disebutkan Edi Sukmoro menjelaskan, Kereta Api Sancaka saat itu melintas dengan kecepatan 91 km/jam dan berubah drastis menjadi 0 km/jam. Sehingga dapat disimpulkan, kecelakaan tersebut menyebabkan Kereta Api Sancaka saat itu berhenti secara mendadak akibat tabrakan dengan truk trailer.

Sementara itu, korban jiwa Mustofa, masinis Kereta Api Sancaka kemarin dimakamkan di dekat tempat tinggalnya di Dusun Wates, Sumberbening, Balerejo, Kabupaten Madiun. Rencananya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memasang plakat bertuliskan nama Mustofa di Stasiun Madiun sebagai penghormatan atas gugurnya masinis muda Mustofa.

Penghargaan lainnya rencananya diberikan kepada keluarga korban. Penghargaan ini bertujuan agar tali silaturahmi antara perusahaan dengan pihak keluarga tidak terputus. Atas persetujuan Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero), istri korban, Dian Kartika Utami Sari, diangkat menjadi karyawan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Namun, saat ini PT Kereta Api Indonesia (Persero) belum menentukan jabatan dan posisi dari Dian Kartika Sari Utami. (ldr)

Sumber gambar: kompas.com

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

%d blogger menyukai ini: