Selanjutnya Mengenal Boeing 737 Series, Sang Rival dari A320

Thecocopost.id-MALANG, INDONESIA. Halo teman – teman setia pembaca The Coco Post Indonesia, pada kesempatan kali ini, yuk kita lanjutkan pembahasan yang sempat terputus dari postingan Boeing 737 Series sebelumnya.

Boeing 737-300, merupakan varian classic series, pengguna pertama dari series ini adalah USAir dan Southwest Airlines, dengan kapasitas pesawat ini adalah 128 penumpang dalam konfigurasi 2 kelas dan 137 penumpang dalam konfigurasi 1 kelas.

Maskapai Indonesia yang masih menggunakan varian ini adalah Sriwijaya Air dan Citilink Indonesia.

Selanjutnya adalah Boeing 737-400 adalah varian dari Boeing 737-300 yang di panjangkan, dan diluncurkan pada tahun 1985.

Piedmont Airlines adalah pengguna pertama dari variant ini.

Boeing 737-500 merupakan Boeing 737 Classic series terpendek, dikarenakan Boeing 737-500 diciptakan untuk mengganti Boeing 737-200, maskapai di Indonesia yang menggunakan Boeing 737-500 yakni Sriwijaya Air, NAM Air, dan Citilink Indonesia.

Awal mula terciptanya Boeing 737 Next Generation, karena pada tahun 1990 Airbus meluncurkan produknya, yakni sang rival “Airbus A320” sehingga, Boeing pun menciptkan Boeing 737 Next Gen.

Pada 737 Next Gen pertama terdapat Boeing 737-600, merupakan 737NG series terpendek, dengan maskapai yang pertama menggunakan series ini adalah Scandinavian Airlines, pesawat ini di desain untuk mengalahkan Airbus A318, Embraer 195, Sukhoi Superjet 100 dan Bombardier CSeries.

Selanjutnya di Boeing 737 NG adalah Boeing 737-700, yakni varian yang dikembangkan dari Boeing 737-300.

Pengguna pertama dari variant ini adalah Southwest Airlines.

Nah segini dulu penjelasan mengenai Boeing 737 Series dari Boeing 737-300 hingga Boeing 737-700, di postingan selanjutnya nanti, kita akan membahas varian terkeren dari Boeing 737 Series ini.

Jadi, selalu baca The Coco Post Indonesia ya!

(mbw)

Mochammad Bagas Widiyakto

A freelancer who love anything that I want.

%d blogger menyukai ini: