Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)

Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (Manadoline.com)

Thecocopost.id-Setelah datangnya The Invisible Man (2020) di layar bioskop, kini hadir film horror Indonesia dengan judul Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (SIMA2). Film ini merupakan sekuel dari Sebelum Iblis Menjemput (2018). Dengan sutradara dan penulis yang sama, Timo Tjahjanto menyajikan cerita yang lebih kompleks dan mawut?

Sebelum Iblis Menjemput (2018) menceritakan seorang pemudi bernama Alfie yang mencoba mencari jawaban atas penyakit yang menimpa Lesmana (ayahnya) hingga ia jatuh koma. Bersama ibu dan saudara tirinya (Maya, Nara, dan Ruben), mereka menuju ke villa milik Lesmana untuk mencari harta atau surat berharga yang dapat digunakan untuk membiayai pengobatan ayah mereka. Namun justru mereka menemukan sesuatu yang tak terduga dan kini mereka terjebak dan mencoba bertahan diri.

SIMA2 menceritakan kelanjutan film pertamanya dengan latar 2 tahun setelah kejadian brutal di Villa milik Lesmana, ayah dari Alfie dan Nara. Suatu ketika Alfie dan Nara sedang tidur di rumah susun mereka, lalu tiba-tiba datang segerombol orang berusaha menculik Alfie dan Nara. Mereka dibawa kesuatu tempat untuk menyelesaikan perkara dengan iblis. Iblis Tidak Pernah Mati. Masa lalu akan kembali menemukanmu.

Oke, secara cerita film ini memang kompleks (dengan menjelaskan plothole film sebelumnya dan asal usul iblis yang menjemput Alfie. Namun, dalam eksekusinya bisa dikatakan kurang.

Kekurangan yang penulis maksudkan adalah pada awal film sampai pertengahan film. Penulis merasakan cringe yakni rasa fals dialog Alfie dengan geng Panti BAHTERA. Chelsea Islan berakting sangat bagus pada film pertama, dan terkesan memaksa pada SIMA2. Memang benar, karakter Alfie harus berbeda atau berkembang dari film sebelumnya (setelah mengalami tragedi dan menantang iblis). Akan tetapi, perkembangan (transformasi) yang ditunjukkan Chelsea Islan terkesan terlalu ngegas atau marah-marah yang berlebihan.

Hal lain yang menarik adalah teknik menakuti penonton. Ketika setan mulai merangkak cepat, ada dua hal yang terjadi yakni pergerakan kamera dan editing. SIMA2 menggunakan cara tersebut sebagai jurus jitu, dan terbukti selalu membuat penulis merinding dan kaget. Lalu make-up dan efek setan-setan SIMA 2 yang sangat bagus (naik level dari film sebelumnya) juga menambah kengerian. Adapun selingan kecil yang sering diselipkan Timo pada suatu adegan yang bertujuan agar penonton tetap terjaga, misalnya kursi yang bergoyang sendiri lalu tidak terjadi apa-apa. Ya, tidak terjadi apa-apa, iseng sekali Om Timo ini.

Color tone SIMA2 agak berbeda dengan film sebelumnya yakni dengan penambahan warna biru (selebihnya mirip dengan film pertama, yaitu merah dan kuning). Sebelum Iblis Menjemput (2018) juga meggunakan warna biru (pada adegan hutan tengah malam) namun hanya bedurasi sedikit. Berbeda dengan SIMA2 yang menggunakan warna biru lebih dan sebagai kunci cerita. Penulis menangkap bahwa penggunaan color tone biru ini mirip dengan film Insidious yakni pada saat menjelajah dunia ghaib (arwah). Beberapa adegan dalam SIMA2 juga mirip dengan adegan yang ada di film Insidious.

Terlepas dari segala ketidaknyamanan saat menonton Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, film ini akan tetap menghantam ketenangan pembaca. Sekut ke bioskop lur!

(yh)


%d blogger menyukai ini: