Rival Namun Bersaudara

Wikimedia

3 hari yang lalu di tahun 1990 terjadilah peristiwa besar yang mengubah peta perpolitikan Eropa modern. Namanya “Reunifikasi Jerman”.

Saya terlambat membahas itu. Tanggalnya sudah lewat. Lagipula, soal reunifikasi sudah banyak dibahas. Bahkan di buku pelajaran anak SMP.

Tapi, kenapa Jerman mengalami unifikasi/penyatuan? Nah itu dia.

Jadi begini, sebelum tahun 1870, tidak ada yang namanya negara Jerman. Yang ada hanyalah etnis Jerman. Keberadan mereka dapat ditelusuri sejak zaman Romawi kuno.

Di tahun 400 masehi Kota Roma runtuh karena serangan bangsa barbar macam Visigoth dan Ostrogoth. Akibatnya Eropa mengalami abad kegelapan karena tidak ada kekuatan tunggal yang mampu menjaga kestabilan.

Kelas sosial Eropa rusak. Anarki terjadi dimana-mana, sampai… HRE muncul. Holy Roman Empire atau Kekaisaran Romawi Suci. Namanya Romawi namun etnisnya Jerman.

Singkat cerita, HRE berhasil mendominasi kehidupan sosial, politik, dan ekonomi etnis Jerman. Di masa jayanya, wilayah HRE terbentang dari Belanda hingga Italia Utara.

Uniknya, wilayah HRE yang luas itu tidak disatukan kedalam satu pemerintahan tunggal. Wilayahnya terbagi dalam kadipaten kecil atau Duchy.

Alih-alih dipersatukan, wilayah yang multientnis itu diberi otonomi luas namun dipimpin bangsawan/rohaniawan yang loyal pada kaisar. Sahabat pembaca bisa melihatnya dibawah ini:

Rumit. Rumit sekali. Sejarah mencatat HRE mengalami banyak dinamika sosial & politik yang memicu ketidakstabilan dan perang. Hingga, muncul 2 kekuatan utama dalam tubuh HRE, Austria yang Katolik dan Prussia yang Protestan.

Disini mulai nyambung dengan judulnya.

Rivalitas mereka dimulai saat Perang 7 Tahun. Tapi 6 tahun (1769) setelah itu, pimpinannya bertemu seperti gambar diatas. Antara Joseph II yang bemantel putih dengan Frederick The Great.

Canggung diawal tapi penuh persahabatan diakhir.

Eskpresinya menunjukan dengan jelas siapa yang lebih kuat. Dan kekuatan itulah yang mempersatukan etnis Jerman kelak dalam sebuah negara sejati bernama Deutchland!

(fmi)

Fadel M. Irfan

Jurnalis pertanian yang sangat senang sejarah.

%d blogger menyukai ini: