Requiem Hedonisme

Sekarang kita mulai untuk memanaskan dunia dengan bumbu yang telah disiapkan
Dengan tertata dan berebahan musuhku telah berterbangan
Rasa untuk penakluk tak akan pudar
Dan begitu beku dengan menuntut akan kebenaran atau kesalahan?

Kadang pencarian ini tak berjadi bertubi – tubi
Seiring perih dan kesesatan yang nyata
Kegelapan sudah menjelang ajal
Namun aku hanya tertawa hanya melihat penderitaan

Itu setan kemarin malam mengintai dan merasukiku
Kadang menembus dahi untuk memuliakan pemujaan mereka
Sudah aku sematkan dengan aromaku
Aku masih saja bertahan di puing puing gubuk suci

Peperangan terus menjadi dan tak berhenti
Tak diminta dan mengambil semua yang ada
Apakah ada hal lain yang tersimak atau hanya patung saja
Aku tetap percaya akan cahaya polos dan terus berlindung kepada Nya

(ans)

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: