Reaktivasi Jalur Mati di Jabar Butuh Dana 3 Triliun

Ilustrasi reaktivasi jalur mati. (Radarbanyumas.co.id)

Thecocopost.id-JAKARTA. Tahun depan, pemerintah berencana mereaktivasi jalur kereta api (KA) yang sudah lama mati. Beberapa jalur KA di Jawa akan menjadi sasaran program yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sekitar 4 rute dan jalur KA di Jawa Barat (Jabar) akan direaktivasi. Rute ini antara lain, Banjar-Pangandaran-Cijulang-Prigi, Cibatu-Garut-Cikajang, Bandung-Dayeuhkolot-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Menurut perhitungan Kemengub, kebutuhan dana reaktivasi jalur KA ini mencapai Rp 3 triliun.

Selain jalur KA di Jabar, reaktivasi jalur KA juga akan dilakukan di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Jalur KA di Jateng dan Jatim yang diusulkan untuk direaktivasi antara lain, Semarang-Rembang dan Jember-Situbondo. Namun, Kemenhub masih belum memastikan target reaktivasi kedua jalur tersebut.

Hingga saat ini, proses survei rektivasi tengah dilakukan. Setelah menyelesaikan proses survei, akan dilakukan proses perencanaan fisik atau detail engineering design (DED). Proses itu akan dimulai tahun depan.

Sementara itu, 4 jalur KA sudah menjalani proses survei kelayakan. Keempat jalur tersebut antara lain Jakarta-Bandung-Pangandaran, Bandung Ciwidey, Bekasi-Bandung-Garut, dan Bandung-Rancaekek-Jati Nangor-Tanjung Sari-Sumedang.

Proses reaktivasi ini masih mengalami beberapa kendala. Banyak kondisi rel yang sudah berubah menjadi rumah, ruko, dan ditumbuhi semak belukar. Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI) akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menuntaskan masalah ini. (ldr)


Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

%d blogger menyukai ini: