Rayon Kediri-Mataraman Adakan PRP Mini di GKJW Sugihwaras

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Thecocopost.id-KEDIRI, INDONESIA. Pemuda-pemudi Greja Kristen Jawi Wetam (GKJW) yang berada di wilayah Rayon Kediri Mataraman atau yang berada di wilayah pelayanan Majelis Daerah (MD) Kediri Utara 2, Kediri Utara 1, Kediri Selatan, dan Madiun mengikuti kegiatan Pekan Raya Pemuda (PRP) Mini pada 28-30 Juni 2019 di GKJW Jemaat Sugihwaras. Acara ini diikuti kurang lebih 170 pemuda dari 48 jemaat.

PRP Mini yang diadakan pada tahun ini mengambil tema “Pemuda GKJW Maju untuk Mandiri”. Tema ini diambil dengan harapan pemuda GKJW mampu menghadapi perubahan era yang terjadi saat ini.

Acara PRP Mini ini dimulai pada pukul 17.00 WIB pada 28 Juni 2019. Sebelum memulai acara, peserta diwajibkan untuk melakukan registrasi. Setelah registrasi, peserta mendapatkan kartu identitas, penginapan, dan pembagian kelompok.

Ibadah pembukaan PRP Mini dilayani oleh Pdt Rima Anggraita, pendeta baku GKJW Jemaat Sugihwaras. Seusai ibadah, dilakukan sambutan-sambutan oleh Muspika.

Pada pukul 19.00 WIB acara dilanjutkan dengan Malam Keakraban yang dipimpin oleh MD Kediri Utara 2. Mereka mengajak peserta PRP memuji Tuhan dengan diiringi alat muski tradisional, Patrol. Penggunaan alat musik tradisional ini bertujuan agar pemuda GKJW ingat pada musik tradisional tersebut dan mampu memunculkan sikap melestarikan dan mencintai musik tradisional tersebut.

Malam keakraban diisi dengan beberapa permainan yang mampu menghangatkan suasana para peserta PRP Mini. Sekitar pukul 22.00 WIB peserta kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Di hari kedua, acara dimulai pada pukul 08.00 WIB. Berbeda dengan hari pertama, peserta diajak berjalan kaki menuju gereja. Tujuannya, untuk melatih peserta agar lebih mandiri dan belajar bertanggung jawab. Selain itu, peserta juga dapat menikmati suasana desa yang berada di lereng Gunung Kelud ini.

Sekitar pukul 08.30 WIB, ada dua sesi kegiatan yang dilakukan. Sesi pertama diisi materi tentang “Hidroponik” dan sesi kedua diisi oleh materi “E-Commerce”. Sesi pertama diisi oleh Ridwan dari Puri Garden Pare. Dalam sesi pertama tersebut, peserta diperkenalkan dengan salah satu teknik budidaya tanaman ramah lingkungan, yakni Hidroponik. Tak hanya diperkenalkan, peserta juga diajak praktik agar dapat mengaplikasikannya di jemaat masing-masing.

Sementara itu pada sesi kedua, pemateri berasal dari MD Kediri Utara 1. Sesi ini membahas tentang seseorang yang punya usaha mandiri tanpa harus memakan banyak waktu dan cukup menggunakan teknologi smartphone dan internet. Dalam sesi ini, pemuda diharapkan dapat menghadapi revolusi industri yang tengah berlangsung.

Untuk memeriahkan acara ini, peserta diwajibkan menampilkan kreasinya sesuai dengan kelompok yang telah dibagi di awal acara. Kreasi yang ditampilkan bermacam-macam mulai dari musik, puisi, tarian, hingga drama.

Di hari terakhir, peserta beribadah Minggu bersama di GKJW Jemaat Sugihwaras. Dalam ibadah tersebut, peserta PRP Mini berpamitan dan mengucapkan terima kasih pada Jemaat Sugihwaras yang telah menjadi tuan rumah. Ucapan ini diwakili oleh Pdt Fajar, pendeta baku GKJW Baseman.

Tak hanya itu, peserta PRP Mini juga memberikan kenang-kenangan kepada GKJW Jemaat Sugihwaras. Kenang-kenangan tersebut berupa kerja bakti dan mengecat pagar gereja. Kenang-kenangan ini rupanya dapat mempererat hubungan antar peserta PRP Mini.

Seusai kerja bakti dan mengecat pagar, panitia PRP Mini mempersilahkan peserta untuk foto bersama. Tepat pukul 12.30 WIB, ibadah penutupan dilakukan oleh Samuel Efan, sekretaris Dewan Pembinaan Pemuda dan Mahasiswa (DPPM) Majelis Agung (MA) GKJW.

PRP Mini yang diadakan di GKJW Jemaat Sugihwaras ini rupanya memberikan kesan tersendiri bagi peserta, seperti Yosafat dan Devi misalnya. Yosafat peserta dari GKJW Jemaat Sambirejo mengatakan dirinya mendapat teman baru dan bisa mendekatkan diri pada alam sekitar. Sementara, Devi peserta dari GKJW Jemaat Bedali mengatakan acara PRP Mini sangat menarik, materi yang diberikan membangun, dan dia berharap acara semacam ini tetap diadakan.

“Kegiatan PRP membuat saya mendapatkan teman baru dan mampu mendekatkan diri pada alam karena banyak sekali pepohonan atau kebun di sekitar penginapan,” ujar Yosafat.

(gita/ldr)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lugas Destra Rumpakaadi

Hanya seorang mahasiswa dan penulis lepas. Hobi baca, foto, jalan-jalan random demi kalian semua yang kangen tulisanku.

Tinggalkan Balasan