(PUISI) Perisai Hulu Ledak

Kadang kita tahu akan menghadang dengan semua keraguan
Yaa….alami seekor musang pasti kelaparan di hutan Kramat
Seekor harimau akan memangsa seekor rusa yang malang
Perisai….semua memiliki itu dengan barisannya sendiri

Taruhlah kita di tempat peraduan yang mulia tak ada ubahnya kita beradu
Akan perapian yang tak berbatas dan menerjang…sudahi saja ini
Tapi kita masih ada jalan yang belum bisa ditinggal oleh kalimat dengan sengsara yang maju
Tatkala prajurit sudah ambil jantung sang naga

Anggap semua itu berlalu tapi perisai itu tahu kapan akan menahan
Peluru tak akan bisa dikompromi jika mau melejit
Serahkan seribu nyawa tak akan puas akan segarnya hawa nafsu
Perisai harus menjadi perisai dengan tatapan yang utuh..

Layar menunjukkan bahwa tanda akan berperang
Tapi perisai belum juga terdedikasi akan dengan tahannya dalam perapian
Tombak atau pedang tak ada yang mau aku pilih dengan tenangku
Perisai dengan tatahan putih suci harus dimerdekakan

Hits: 0

Bagikan:

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

Tinggalkan Balasan