(PUISI) Penghalang Barisan Gardu Ronda

Sekarang bukan esok
Dengan patrasmu yang terkelok
Tak panjang umur untuk peragakan Warok
Hanya saja kita sangatlah elok

Memang kita beda tak sama
Berdampingan berurutan dengan jalan yang setara
Terasingkan dengan kota kota manja
Memang baumu tak pernah menjadi tersangka

Ingat dengan batas ini
Dengan batas dimana aku dan kamu masih berdiri
Memang kau buta aku juga kita menerawang hal yang berbeda
Namun sama dalam penerawangan

Tatap hirup memang nikmat
Alunan kalimat kalimat Kramat
Kalau kamu memang kayu aku akan jadi api
Akan kubakar garis ini dengan amukanku

Penghalang ini memang penting
Sepenting titik titik genting
Memang dengan Kalutan ini tak bergeming
Dasar rumah kucing

(ans)

Hits: 0

Bagikan:

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

Tinggalkan Balasan