(PUISI) Panggung Boneka Hidup

(Familygoers.com)

Memang kita hidup dengan tak berdasar menopang tubuh tapi serasa tak menggerakkan
Alinea demi alinea terlontarkan dengan sajak sajak kaum buruh
Ada untuk bekerja dan bekerja untuk binasa demi seonggok nasi
Saya masih heran boneka ini masih banyak di panggung yang telah reot

Ahhh aku masih ragu dengan pertunjukan ini dengan boneka yang bermata besar dengan kumuhnya lagu mereka
Terkadang sesekali aku lirik benang benang merah yang telah usang dan sesekali putus
Ini apa…..Pertunjukan atau pameran rosokan emperan
Pikiranku terbang tinggi dan melampaui khatulistiwa

Boneka mata itu, selalu melirik arahku dengan cucuran air terjun matanya
Kala itu senja masih menunggu pangkuan ilahi untuk jemputannya
Pasrah dan selalu lelah itu ekspresi boneka itu…Hanya bisa mengangguk pelan
Panggung itu terdapat kubangan 1000 buaya dan terdapat raungan singa

Kasihan boneka tanpa tulang itu pasrah terlentang akan panggungnya
Tatkala aku sadar akan kebiadaban panggung fana itu
Tanpa aku sadari aku adalah salah satu boneka itu
Tertegun malu dan diam seribu bahasa

(ans)

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: