Puisi Galau: Pungguk Rembulan Datar

Kalah pamor kalah jauh dengan api
Sudah termakan api dengan sejuta lautan luas
Letih aku mendaki dengan seribu bulan yang terpapar awan Antartika
Entah bagaimana melukiskannya
Apakah ada yang lebih lelah dari kata lelah?

Tapi apa daya aku masih menemukan satu mutiara
Apa daya dengan kepolosan ku yang masih menyukainya
Seperti halnya sajak sajak yang tak tersampaikan
Pakaikan aku pisau dengan tata laksana tempurung penjara

Hai kaum lemah atau sengaja menjadi lemah
Aku masih saja menjadi buronan orang sangar dengan menjadi preman
Karakter…sepertinya ada penggantiku yang lebih mendapatkan hasil
Faedah apa dan waktu apa hahaha….sia sia adalah jawabnya

Nak saat ini kudaki bukit susah namun baik untukmu
Maka dari itu ambil lah rotan dan nikmati sakit tercambuk perjuangan
Emas tak mudah untuk didapat
Namun hal itu bisa diambil dengan usaha dan Ridlo Nya

(ans)

Hits: 0

Bagikan:

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

Tinggalkan Balasan