PT Moda Integrasi Transportasi Jakarta Resmi Terbentuk

Pinterpolitik.com

JAKARTA (INDONESIA), Thecocopost.id-Perusahaan patungan (joint venture) antara PT KAI dan PT MRT Jakarta akhirnya resmi terbentuk pada Jumat (10/1/2020). Sebelumnya, pada Senin (9/12/2019) lalu, keduanya telah melakukan penandatanganan HoA mengenai pembentunkan joint venture.

Perusahaan patungan tersebut diberi nama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) dan diresmikan melalui penandatanganan di Kantor Kementerian BUMN. Pemprov DKI Jakarta, PT MRT Jakarta, dan PT KAI menandatangani peresmian perusahaan yang akan mengintegrasikan moda transportasi di Jakarta.

Penandatanganan pembentukan perusahaan patungan itu dilakukan oleh Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar, dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro. Hadir pula Menteri BUMN Erick Thohir, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk menyaksikan penandatanganan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, penandatanganan Perjanjian Pemegang Saham juga dilakukan oleh PT MRT Jakarta dan PT KAI. Kedua perusahaan tersebut adalah pemegang saham dari perusahaan patungan yang dibentuk, dengan persentase kepemilikan masing-masing 51% dan 49%. Modal yang disetorkan keduanya diperkirakan mencapai Rp80 miliar.

PT MITJ, perusahaan patungan yang baru saja terbentuk ini, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. Presiden meminta adanya pengelolaan sistem moda transportasi yang terintegrasi.

Targetnya, 72 stasiun yang berada di DKI Jakarta, termasuk KA Bandara dan KRL Commuter Line akan dilakukan penataan oleh PT MITJ. Namun, untuk tahap awal, akan ada 4 stasiun yang akan dilakukan penataan.

Tahap awal penataan integrasi, yang ditargetkan rampung pada Maret 2020, yakni di Stasiun Tanah Abang, Juanda, Pasar Senen, dan Sudirman. Harapannya, warga Jakarta bisa merasakan manfaat integrasi di 4 stasiun tersebut.

Sementara itu, dengan adanya perusahaan patungan ini, pemerintah bisa lebih hemat dalam mengucurkan dana subsidi. Subsidi langsung diberikan pada satu perusahaan patungan dan tidak diberikan pada masing-masing moda transportasi.

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: