PT KAI Sanggupi Permintaan Tampung Muatan Berlebih

Ilustrasi kereta api. (The Coco Post/Lugas Destra R)

Thecocopost.id-JAKARTA. Sejak 1 Agustus 2018 lalu, kebijakan pembatasan muatan over dimension dan over load (ODOL) angkutan barang jalan raya telah diberlakukan. Artinya, pengguna jalan raya tidak diperbolehkan mengangkut barang dengan muatan berlebih.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI) untuk menawarkan jasa angkutan kereta barangnya kepada pengusaha sebagai alternatif. Untuk itulah, PT KAI juga membuka opsi kepada pengusaha untuk mengusulkan tarif kompetitif jika menggunakan jasa angkutan kereta api. Hal ini dilakukan PT KAI agar beban biaya angkutan yang diterima pengusaha tidak membengkak jika dibandingkan dengan menggunakan angkutan jalan raya.

Angkut Barang dengan KA Lebih Untungkan Pengusaha

Ilustrasi kereta api. (The Coco Post/Lugas Destra R)

Penerapan angkutan barang dengan kereta api sebenarnya menguntungkan bagi pengusaha. Pasalnya, selain bebas dari kemacetan, risiko kecelakaan dan kerusakan barang di jalan raya menjadi lebih berkurang. Sehingga, ini dapat memunculkan efisiensi ekonomi dan lebih ramah lingkungan.

Ongkos Angkut Masih Mahal, KAI Dituntut Berinovasi

Ilustrasi kereta api. (The Coco Post/Lugas Destra R)

Ongkos angkut menggunakan jasa angkutan kereta api di Indonesia masih tergolong mahal hingga saat ini. Akibatnya banyak pengusaha yang enggan menggunakan angkutan kereta barang. Untuk itu, KAI dituntut melakukan inovasi dengan layanan angkutan kereta barang.

KAI tidak hanya bisa mengantarkan barang dari 1 stasiun ke stasiun lainnya saja, namun juga harus bisa mengantarkan barang ke titik pengiriman yang diinginkan. KAI dalam hal ini, bisa mencontoh pengiriman barang lewat kereta api yang telah diterapkan di India dan Uni Eropa (UE). Kedua wilayah tersebut tidak hanya mengangkat barang masuk ke kereta, namun juga mengankut truk yang membawa barangnya.

PT KAI Usul Pembebasan PPN untuk Pangkas Biaya

Ilustrasi kereta api. (The Coco Post/Lugas Destra R)

Pihak PT KAI mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang yang diangkut dengan kereta api. Harapannya, pembebasan tersebut dapat memangkas biaya yang dikeluarkan.

Sebagai informasi, saat ini KAI akan menambah 19 lokomotif khusus untuk angkutan barang selama 2018. Hingga kini, PT KAI sudah memiliki 278 unit lokomotif. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: