Laporan Khusus: PT KAI Reaktivasi Empat Jalur KA, PKB: Terobosan Baru untuk Jabar

Ilustrasi rel kereta api.(THINKSTOCKPHOTOS)

Thecocopost.id-Bandung. PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) akan mereaktivasi empat jalur kereta api (KA) yang ada di Jawa Barat.

Rencana tersebut telah disampaikan oleh PT KAI kepada Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat, H. Oleh Soleh yang sekaligus anggota komisi IV bidang infrastruktur menyambut baik rencana tersebut.

Jalur KA di Jabar yang akan direaktivasi berjumlah empat, yakni Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga bersedia membantu PT KAI dalam proses reaktivasi keempat jalur tersebut.

Oleh berpendapat, adanya reaktivasi jalur KA ini dapat menjadi terobosan baru bagi Jabar.

Reaktivasi keempat jalur KA ini diyakini dapat mendongkrak perekonomian di Jabar.

Oleh juga mengajak serta masyarakat untuk mendukung rencana aktivasi ini dan mengawal hingga realisasi proyek ini.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan bahwa reaktivasi jalur KA ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat di sekitar wilayah yang dilalui KA untuk bepergian, berlibur, bersekolah, dan sebagainya.

Dana proyek ini tidak sepenuhnya ditanggung PT KAI, sehingga Emil akan melobi ke pemerintah pusat terkait anggaran proyek.

PT KAI Tawarkan ART ke Pemkot Bandung

Pelaksana tugas Wali Kota Bandung Oded M Danial bersama Wakil Wali Kota Bandung Terpilih Yana Mulyana memimpin rapat terbatas antara Pemerintah Kota Bandung dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jumat (14/9/2018). (KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.)

Selain merencanakan reaktivasi empat jalur KA di Provinsi Jabar, PT KAI juga menawarkan moda transportasi alternatif untuk mengurai kemacetan yang terjadi di wilayah Kota Bandung.

Dalam rapat tertutup dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang diselenggarakan di Balai Kota Bandung, PT KAI menawarkan sarana transportasi yang diberi nama Autonomous Rail Rapid Transit (ART).

Transportasi ART ini adalah sebuah kereta yang dibuat oleh Cina yang tidak berjalan menggunakan rel seperti kereta pada umumnya, namun menggunakan roda seperti bus.

Selain itu, ART juga tidak akan menggunakan konstruksi elektrifikasi seperti pada kereta rel listrik Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (KRL Jabodetabek), namun menggunakan sistem baterai.

Menurut Edi Sukmoro, Direktur Utama (Dirut) PT KAI, penggunaan teknologi baru ini akan lebih murah dibandingkan dengan teknologi kereta pada umumnya.

Pelaksana tugas (Plt) Walikota Bandung, Oded M. Danial juga mengaku tertarik kepada tawaran yang diajukan PT KAI.

Menurutnya, ART akan memberikan alternatif kepada masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

%d blogger menyukai ini: