PT KAI Daop VII Madiun Prediksi Puncak Arus Mudik pada H-5

Foto: Sejumlah calon penumpang Kereta Api (KA) menunggu kedatangan kereta di Stasiun Besar Madiun, Jawa Timur, 30 Juni 2017. Puncak arus balik penumpang Kereta Api di Stasiun Besar Madiun diperkirakan terjadi pada H+6 Lebaran atau Sabtu, 1 Juli mendatang. ANTARA/Fikri Yusuf

Thecocopost.id-Madiun. PT KAI Daop VII Madiun memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-5 Lebaran atau pada hari Minggu (10/6) mendatang. Hal ini sesuai dengan data penjualan tiket yang menunjukkan jumlah penumpang yang berangkat pada hari Minggu (10/6) mendatang sebanyak 12.265 orang. Sedangkan untuk jumlah penumpang yang turun di wilayah Daop VII Madiun sebanyak 18.201 orang.

“Akan lebih meningkat pada H-2 Lebaran,” kata Sulthon Hassanudin, Kepala PT KAI Daop VII Madiun pada Selasa (5/6), dikutip dari laman Tempo.co.

Sulthon memprediksi untuk puncak arus balik akan berlangsung pada H+2 Lenbaran atau hari Senin (28/6) mendatang. Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 20.975 orang. Penumpang tersebut diangkut dengan 54 kereta dengan rincian 44 KA reguler dab 10 KA tambahan, baik yang berangkat dan melintas di wilayah Daop VII Madiun.

“Libur Lebaran adalah event tahunan selain Natal dan tahun baru, sehingga pasti ada penambahan kereta,” jelas Sulthon, dikutip dari laman Tempo.co.

Dalam rangka menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta, PT KAI Daop VII Madiun telah menyiapkan kerjasama dengan sejumlah pihak selama pembukaan posko angkutan Lebaran yang dilakukan mulai Selasa (5/6) kemarin.

Sejumlah 1.979 personel dari PT KAI, petugas penilik jalan ekstra, dokter, tenaga kesehatan, dan TNI/Polri bertugas selama periode Lebaranini. Petugas tersebut disiagakan di sepanjang jalur wilayah Daop VII Madiun sepanjang 265,2 km. Sepanjang jalur tersebut juga ada 310 perlintasan kereta.

Berdasarkan penjelasan Sulthon, ada 75 perlintasan dalam kondisi dijaga oleh petugas sedangkan 235 sisanya masih berstatus liar. Sebagian perlintasan liar tersebut sudah dipasang EWS yang meripakan bantuan Dishub Jatim.

Sebagai tambahan informasi, Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Supriyanto mengimbau kepada calon penumpang untuk tetap menjaga keselamatan dan keamanan pribadi maupun rombongan. Untuk ibu hamil diperbolehkan naik KA jarak jauh saat usia kehamilan 14-28 minggu.

Di luar periode itum ibu hamil harus melampirkan surat dokter atau bidan yang menyatakan ibu dan kandungannya sehat. Selain itum ibu hamil wajib melakukan perjalanan dengan didampingi minimal 1 orang dewasa. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: