Proyek MRT Dipercepat Pasca Penundaan Akibat Asian Games

Rangkaian kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia berada di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (28/8). Saat ini pembangunan MRT Jakarta memasuki tahap “testing and commissioning test” yang dilakukan selama lima minggu sejak 9 Agustus 2018 di jalur utama dengan menggunakan kereta pertama. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj/18.

Thecocopost.id-JAKARTA. Pekerjaan Mass Rapid Transit (MRT) fase I mulai dikebut, setelah sebelumnya sempat terhambat.

Sebelumnya, pekerjaan MRT tertunda akibat penyelenggaraan Asian Games 2018. Namun, setelah penyelenggaraan Asian Games selesai, pekerjaan pun langsung digenjot untuk mencapai target.

Secara keseluruhan, saat ini pembangunan konstruksi MRT fase I telah mencapai 96,53%. Angka tersebut terdiri dari pekerjaan bawah tanah 97,71% dan pembangunan depo serta seksi layang sebesar 95,36%.

William mengatakan, pembangunan MRT saat ini sudah sesuai jadwal. Saat ini 6 rangkaian kereta MRT telah tiba di Jakarta.

Sementara pada bulan September dan Oktober masing-masing 3 rangkaian MRT akan tiba. Pada bulan November 4 rangkaian terakhir akan tiba di Jakarta.

Mengenai harga tiket pun PT MRT Jakarta telah memberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Jakarta. William mengatakan, harga yang diberikan PT MRT Jakarta sebesar Rp8.500,00. Tetapi harga akhir akan ditetapkan oleh Pemda Jakarta.

Kontraktor Tambah CCTV Pasca Peristiwa Vandalisme

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan dua kontraktor MRT menambah kamera CCTV di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Saat ini, ada 14 kamera CCTV yang dipasang di dalam dan luar Depo Lebak Bulus.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, penambahan kamera CCTV itu terkait aksi vandalisme yang terjadi pada Jumat (21/9/2018). Pihaknya meningkatkan jumlahnya sekarang, termasuk yang ada di dalam kereta itu menjadi 14 CCTV dari sebelumnya empat CCTV.

Sebelumnya, tidak ada CCTV di dalam area depo sehingga tidak ada rekaman wajah pelaku vandalisme itu. Kendati demikian, kata William, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman kamera CCTV yang tersebar di sekitar depo. Selain itu, polisi menggali informasi tambahan dari masyarakat sekitar TKP.

Diberitakan sebelumnya, vandalisme terjadi terhadap kereta MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (21/9/2018). Diduga, pelaku aksi vandalisme tersebut masuk ke lokasi Depo Lebak Bulus dengan memanjat dan melompati dinding.

Kontraktor selaku pihak yang bertanggung jawab atas aksi vandalisme tersebut langsung melakukan investigasi dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Cilandak serta berkoordinasi dengan Polres Jakarta Selaran dan Polda Metro Jaya. (ldr)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Sempat tertunda karena Asian Games, pekerjaan MRT kembali dikebut dan Terjadi vandalisme, kontraktor tambah 14 CCTV di depo MRT.

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: