Laporan Khusus: PM Malaysia Batalkan Proyek KA Cepat Malaysia-Singapura

Foto: Ilustrasi kereta cepat (oleh CNBCIndonesia.com)

Thecocopost.id-Malaysia. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad membatalkan proyek kereta cepat Malaysia-Singapura. Pembatalan ini dilakukan oleh Mahathir untuk mengurangi beban utang yang dimiliki oleh Malaysia.

Mahathir yang merupakan Perdana Menteri Malaysia saat ini sedang berusaha memperbaiki kondisi keuangan Malaysia yang saat ini sedang berantakan. Kondisi keuangan tersebut diperparah setelah skandal korupsi muncul dari pemerintah sebelumnya.

Proyek kereta cepat Malaysia-Singapura ini sudah disepakati pada tahun 2016 silam. Harapannya, kereta ini bisa mengurangi waktu tempuh antara Kuala Lumpur (Malaysia) dengan Singapura hingga 90 menit. Namun, pembatalan yang dilakukan Mahathir ini sudah bersifat final.

Dikutip dari laman CNBC Indonesia, Mahthir mengatakan, proyek ini tidak menguntungkan dan akan menghabiskan banyak uang. Dia juga menilai proyek tersebut tidak akan menghasilkan uang. Namun, pihaknya akan segera berbicara dengan Singapura karena adanya kesepakatan yang telah dilakukan sebelumnya.

Kementerian Transportasi Singapura hingga saat ini masih belum menanggapi permintaan untuk berkomentar tentang pernyataan Mahathir.

Perlu diketahui, perkembangan Malaysia saat ini dengan terpilihnya Mahathir sebagai perdana menteri membuat Pemerintah Singapura khawatir. Hal tersebut disebabkan karena hubungan Malaysia-Singapura yang kurang baik pada 1981-2003. Sebelumnya, hubungan Malaysia-Singapura memang tidak pernah membaik sejak dilepas pada 1965 oleh Federasi Malaysia.

Ketika pertama kali Mahathir menjabat sebagai perdana menteri, upaya pemberian bantuan air minum dan pembangunan jembatan penghubung Singapura-Malaysia tidak segera terwujud. Tetapi pada pemerintahan Najib Razak, hubungan kedua negara tersebut mulai membaik.

Perjanjian proyek kereta cepat ini telah dilakukan pada 2016 silam. Sejumlah perusahaan memasukkan tawarannya untuk membangun proyek sepanjang 350 km yang akan selesai pada 2026 mendatang.

Sebelumnya, perusahaan asal Cina diperkirakan memiliki peluang besar mengerjakan proyek ini mengingat hubungan yang baik dengan Najib. Tetapi konsorsium Eropa yaitu Alstom dan Siemens yang telah mengumumkan kemitraan dengan Malaysia untuk mengerjakan proyek tersebut.

Pembatalan proyek kereta cepat oleh Mahathir akan memiliki konsekuensi besar karena ada kompensasi yang harus dibayar. Saat ini, pihaknya berupaya menekan agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

Hubungan Malaysia-Singapura Berpotensi Retak

Foto: REUTERS/Lai Seng Sin

Pembatalan proyek ini menimbulkan potensi keretakan hubungan antar dua negara. Mahathir, Perdana Menteri Malaysia beranggapan jika proyek ini hanya akan merugikan Malaysia yang saat ini dilanda hutang. Padahal proyek kereta cepat ini adalah salah satu upaya dalam mempererat hubungan antara Malaysia dan Singapura.

Selama puluhan tahun, Malaysia dan Singapura memang memiliki hubingan yang kurang baik. Hal ini bermula ketika Singapura memutuskan memerdekakan diri dari Malaysia pada 1965 silam. Terkadang kedua negara ini terlihat baik meski banyak isu teritorial dan penguasaan air. Rencananya, proyek kereta cepat ini akan digunakan untuk memperbaiki hubungan dan mengatasi isu-isu yang muncul.

Peter Mumford, direktur konsultan politik Eurasia Group dilansir dari laman CNBC Indonesia mengatakan, hubungan diplomatik dengan Singapura mungkin tidak sehangat pemerintahan Najib namun akan menegang jika Mahathir membatalkan hubungan kereta api ini.

Hingga saat ini, Kementerian Transportasi Singapura masih belum menanggapi pembatalan proyek tersebut. Perkembangan ini dikhawatirkan menjadi awal mula keretakan hubungan seperti pada tahun 1981-2003.

Masyarakat Mendukung Dilanjutkannya Proyek

Sementara itu, masyarakat yang mendengar isu pembatalan proyek ini berharap agar proyek High Speed Rail ini tetap berjalan ketika keuangan Malaysia sudah membaik. Senin (28/5) kemarin, PM Malaysia Mahathir mengatakan bahwa proyek dibatalkan. Pengumuman ini kemudian sempat menjadi perdebatan warganet di berbagai sosial media.

Dilansir dari laman CNBC Indonesia, Richard Koh berpendapat untuk memperlambat langkah ketika perekonomian bermasalah. Koh juga berharap kereta cepat itu nantinya tidak hanya menghubungkan Kuala Lumpir, tapi juga Penang dengan Singapura.

Sependapat dengan Koh, Robert Lim berharap pemerintah Malaysia mempertimbangkan konsorsium yang mengambil proyek pembangunan kereta cepat adalah dari Malaysia. Lim berpendapat, pilihan tersebut adalah lebih baik daripada harus membatalkan proyek ini. Dia juga menyarankan, Genting Group (konglomerat Malaysia) dilibatkan sebagai konsorsium.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan Mahathir, Malaysia akan membayar 500 juta ringgit (Rp 1,7 triliun) kepada Singapura sebagai kompensasi dari pembatalan proyek. Proyek ini sendiri dijadwalkan selesai pada 2026 dan membuat Malaysia mengeluarkan dana sekita 50 hingga 60 miliar ringgit.

Namun, ada pula usulan dari masyarakat yaitu Wah Ng agar menolak kompensasi itu. Penolakan ini dimaksudkan agar hubungan antara keduanya tetap kuat. Dengan melupakan sanksi atau kompensasi itu, Singapura mungkin bisa mendapatkan pandangan yang lebih baik di mata Malaysia dan ASEAN.

Pendapat lain muncul dari Andrew Goh, dia berpendapat agar kompensasi tetap dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan itu adalah uang para wajib pajak. Dia menyarankan untuk menegoisasikan pinjaman antar pemerintah ke Malaysia yang dapat dibayar dalam jangka waktu 10 hingga 20 tahun.

Berdasarkan perhitungan UOB Kay Hian Malaysia Research, proyek kereta cepat ini membutuhkan dana 40 juta ringgit per kilometernya, perhitungan ini sudah termasuk sistem dan rel. Sebelumnya, pada Desember 2016, PM Najib menandatangani perjanjian bilateral dengan Malaysia tentang kereta cepat.

Pembatalan Berdampak Pada Kota di Singapura

Foto: Land Authority of Singapore

Pembatalan kereta cepat yang dilakukan oleh PM Mahathir berdampak pada Distrik Jurong Lake di Singapura. Jurpng Lake adalah daerah ujung rel kereta cepat yang merupakan distrik pusat bisnis kedua di Singapura.

Mengutip dari laman CNBC Indonesia, pembatalan proyek ini dapat menghambat pembangunan Jurong Lake hingga beberapa tahun ke belakang karena rencana pembangunan distrik tersebut didasarkan pada realisasi pembangunan stasiun akhir kereta cepat.

Berdasarkan laporan The Straits Time, pekerjaan perencanaan sudah mulai dilakukan di Singapura. Perencanaan ini dilakukan oleh ototritas transportasi darat Singapura yang telah mengumumkan tender desain dan pembangunan terowongan serta fasilitas lain untuk titik akhir jalur kereta cepat pada bulan lalu. Untuk pembangunannya diperkirakan mulai tahun depan.

Urban Redevelopment Authority tahun lalu juga mengumumkan rencana untuk mengubah Jurong Lake menjadi Central Business District kedua Singapura. Rencana ini juga diikuti pengembangan lain di daerah itu dan stasiun di Jurong Lake akan menjadi permata di wilayah itu (Lee Der Horng dikutip dari Straits Times).

Menurut Ku Swee Yong dikutip dari CNBC Indonesia, tidak adanya koneksi kereta cepat ini akan membuat Jurong Lake menjadi kurang menarik karena pengembangannya ditentukan dari hasil proyek kereta cepat. Pemerintah Singapura juga sudah mulai berinvestasi pada perencanaan awal proyek, seperti menggaet perencana dan insinyur sipil, kata Azman Jaafar, Wakil Managing Partner RHTLaw Taylor Wessing dikutip dari laman CNBC Indonesia.

Hanya Indonesia yang Punya Kereta Cepat di ASEAN

Foto: ist

PM Malaysia Mahathir membatalkan proyek kereta cepat dengan alasan utang Malaysia yang terlalu tinggi. Proyek kereta cepat ini sebenarnya akan melayani perjalanan dari Jurong East di Singapura hingga Kuala Lumpur di Malaysia dengan total jarak 350 km dan 90 menit perjalanan. Sejumlah konsorsium juga dikabarkan telah memasukkan proposal untuk pembangunan jalur kereta cepat.

Namun, yang terjadi di Malaysia justru berbanding terbalik dengan di Indonesia. Saat ini, Indonesia juga tengah membangun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan oleh salah satunya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Meski sempat terkendala pencairan dana pinjaman dari China Development Bank, namun proyek ini pada akhirnya sudah mendapat titik terang dengan cairnya pinjaman tahap pertama senilai US$170 juta (Rp2,28 triliun).

Proyek kereta cepat ini digagas oleh Presiden Joko Widodo yang membutuhkan investasi Rp 81 triliun untuk membangun rel sepanjang 143 km dengan empat stasiun, yaitu Halim, Karawangm Walini, dan Tegallua.

Mahathir Juga Batalkan Proyek MRT 3

Foto: REUTERS/Lai Seng Sin

Selain pembatalan pada proyek kereta cepat Malaysia-Singapura, PM Malaysia Mahathir dikabarkan juga membatalkan proyek MRT 3. Hal ini disampaikan langsung olehnya pada konferensi pers setelah rapat kabinet hari Rabu (30/5).

Mahathir, yang baru dilantik sebagai PM Malaysia ini sedang meninjau ulang seluruh proyek yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Proyek MRT 3 ini awalnya diinisiasi oleh PM Najib dengan maksud menjadi jalur kereta transit ke-13 di Malaysia.

Apabila sudah beroperasi, jalur kereta tanpa masinis ini akan memmbentuk jalur melingkar di Greater KL/Klang Valley Integrated Transit System. Jalur ini ditujukan untuk mencakup daerah penting yang mengelilingi Bandar Malaysia, Ampang, KL Ecocity, Bukit Kiara, dan Sentul. Proyek ini targetkan selesai pada 2025 mendatang.

Pembatalan Mendapat Dukungan Kabinet Malaysia

Foto: The Strait Times

Pembatalan proyek kereta cepat Malaysia-Singapura oleh PM Mahathir telah disetujui oleh Kabinet Malaysia dengan alasan tingginya biaya. Pembatalan ini juga bergantung pada hasil diskusi dengan pemerintah Singapura (dikutip dari The Straits Time).

“Hal terpenting saat ini adalah menurunkan jumlah pinjaman pemerintah.” Ujar Mahathir dikutip dari laman CNBC Indonesia ketika ditanya mengenai sebab pembatalan proyek senilai 60 miliar ringgit (Rp 210,3 triliun) ini.

“Sudah terlalu banyak uang yang kita pinjam dan kita tidak bisa membayar pinjaman itu jika masih melanjutkan proyek kereta cepat. Jadi kami tidak hanya menyasar kereta cepat tetapi juga proyek besar lainnya yang menghabiskan miliaran dolar.” Kata Mahathir dalam konferensi persnya pada hari Rabu (30/5) yang dikutip dari CNBC Indonesia.

“Jika ingin menghindari kebangkrutan, maka kita harus belajar sekarang untuk mengelola utang yang besar ini. Salah satu caranya, dengan menghindari proyek yang tidak menguntungkan negara.”, tambah Mahathir.

Pakatan Harapan sedang berjuang memangkas belanja negara sejak awal kepemimpinan 9 Mei yang lalu.

Awal pekan ini, Mahathir menyebutkan jika Malaysia akan membayar kompensasi 500 juta ringgit sebagai konsekuensi dari pembatalan kereta cepat yang sudah disepakati sejak Desember 2016 itu. Namun, pihaknya akan meyakinkan jika megaproyek infrastruktur yang dibatalkan akan ditinjau ulang setelah keuangan Malaysia pulih.

“Besok (Kamis) anda akan mendapat detil lebih jauh tentang apa saja yang akan kami lakukan untuk memastikan pinjaman-pinjaman ini dapat ditangani, belanja negara diturunkan, dan anggaran tidak menunjukkan defisit yang besar,” kata Mahathir. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: