Pengunjuk Rasa di Hong Kong Sasar Layanan Kereta Api

Thecocopost.id-HONG KONG, CHINA. Ratusan pengunjuk rasa di Hong Kong memblokir layanan kereta pada jam sibuk Selasa (30/7/2019) pagi, sehingga memicu kekacauan. Apa yang dimulai kurang lebih dua bulan lalu sebagai demonstrasi menentang RUU ekstradisi yang akan memungkinkan warga Hong Kong dikirim ke China untuk diadili, kini berubah menjadi aksi antipemerintah lokal dan pusat yang meluas.

Sejumlah demonstran memblokir pintu kereta, memaksa ratusan orang keluar dari stasiun untuk mencari transportasi alternatif. Ini adalah kali kedua dalam kurun waktu kurang dari sepekan pengunjuk rasa mengganggu layanan kereta. 

Pada Rabu (24/7/2019), sekelompok kecil pemrotes juga beraksi dengan mengganggu layanan kereta.

Seorang pendemo berusia 21 tahun mengatakan, mereka tidak tahu berapa lama mereka akan tinggal di sini, kami tidak punya pemimpin. Seperti yang Anda saksikan, ini adalah gerakan massa sekarang. Bukan tujuan kami untuk membuat orang tidak nyaman, tetapi kami harus menjadikan pihak berwenang paham mengapa kami melakukan protes. Kami akan melanjutkan ini selama dibutuhkan.

Pengunjuk rasa lainnya meneriakkan, “Liberate Hong Kong” dan “Revolution of our Time“.

Sementara itu, operator kereta MTR Corp mengakui sejumlah layanan terganggu dan penumpang didesak untuk menggunakan transportasi lain.

Demonstrasi yang diawali protes RUU ekstradisi telah membuat Hong Kong terperosok dalam krisis politik terburuk sejak kota itu dikembalikan Inggris ke China pada 1997 sekaligus tantangan populis paling berat kepada para penguasa Partai Komunis di Beijing.

China pada Senin (29/7/2019), telah menegaskan kembali dukungannya kepada Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam dan kepolisian setempat untuk mendesak masyarakat Hong Kong menentang kekerasan.

Aksi protes juga terjadi di Bandara Internasional Hong Kong pada Jumat (26/7/2019) lalu. Sementara itu, unjuk rasa pada akhir pekan kemarin kembali diwarnai bentrokan dengan polisi yang menembakkan peluru karet, gas air mata serta granat spons.

China mengecam aksi kekerasan pada akhir pekan kemarin dan menyebutnya sebagai insiden yang mengerikan. China juga menekankan bahwa kekerasan yang terjadi telah merusak citra internasional, aturan hukum, ketertiban umum, kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat di Hong Kong.

Perkelahian kecil sempat pecah antara pengunjuk rasa dan penumpang komuter yang frustasi dengan pemblokiran. Salah seorang pria berusia 64 tahun pun mengatakan hal ini sungguh tidak nyaman dan mengganggu.

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: