Pengajaran Hujan

Ilustrasi Hujan (metoffice.gov.uk)

Teruntuk kau sendu rintik hujan yang tak kunjung reda
Hujan seakan tersenyum dan menipu di ujung rasa bosan – bosan
Dasarku memang menjadi darah yang tak menjamu kesekian kalinya
Aku seakan terbawa arus hujan yang tak kunjung reda

Damai dan bersahaja seperti tetesan yang reda dan tak bisa berdamai dengan hatiku
Hari ini aku bisa menatap langit dan mengerti hal terindah
Aku tak tahu kapan jadinya hal ini bisa menjadi raga yang tak biasa
Kali ini aku hanya bisa menerima dengan lapang dan bergumam

Jalan terasa berat dan tak mampu menerima sasaran yang tepat dan menjadi rasa yang empuk
Rasa yang ada mungkin tak ada yang memperdulikan kembali
Aku tak peduli akan seribu bibir yang mendekat dengan keraguan
Resah dan gelisah seakan akan memeluk dan berkata “sudahlah tak apa”

Sadarku dan sadarmu sangat bersemi dan terngiang – ngiang
Dasaranku yang menjadi orang sederhana dan menerima keadaan
Kadang kita menjadi satu kesatuan yang terbelah
Kontras tapi masih berirama dengan tangan yang tak perduli

(ans)


Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: