Pagi Tak Pandang Bulu

tokopedia.com

Jahat tak terkendali dengan kawah tersendat
Embun pagi jatuh dengan kelembutan yang sama
Mendengar kata angin dengan sadis
Nama nama para raja yang terlupakan

Pagi hanya setitik awal yang mulai menggoreskan kisah awal cahaya
Kadang semua merasa berbeda di akhir
Dengan menjadikan rasa yang menjadi menjadi

Dalam sendiri dengan getaran pahit
Semakin kecil malah makin semakin besar
Lama kelamaan akan memutar bianglala yang telah terpasang rapi
Desa yang menjadi rasa yang sama dengan tarik tambang tak adil

Cara yang terbaik adalah dengan mempertahankan diri
Dengan rasa yang indah dan menjadi titik awal menuju cita cita dunia
Pagi membawa cerita cerita polos
Dengan kebutaan yang pasti

(ans)


Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: