(OPINI) Pemilu Bukan Hanya Cebong Sama Kampret, UNEJ Juga Ada

Monumen UNEJ. (Airlangga Nala S)

Thecocopost.id-JEMBER. Bung Karno pernah berkata bahwa kampus merupakan miniatur negara, bukan begitu temen – temen? Hai pembaca yang budiman, seperti yang saya katakan tadi bahwa pemilu merupakan suatu cara yang demokratis yang dilakukan untuk memilih pemimpin sesuai dengan suara dan legitimasi rakyat atau suatu suara dari orang yang memiliki institusi.

Jika kita boleh berpikir, apa sih esensinya? Toh yang dipilih juga nggak akan buat IP kita berubah. Tapi ini penting temen – temen, kita memang mahasiswa tapi kita juga harus mengerti gimana sih caranya menyikapi persoalan politik dan dinamika kehidupan. Apalagi kita dielu – elukan sebagai agent of change, di mana kita dipercaya sebagai seorang pembaharu.

Dinamika pemilu juga seperti itu. Nah, kali ini temen – temen aku ajak ke negeri timur “Tapal Kuda”. Disini telah menggelar Pemilu Raya, yang dilakukan untuk memilih Ketua BEM serta anggota BPM. Pemilu ini disenggelarakan secara serentak di 15 fakultas di Universitas Jember. Bahkan, sampai di Kampus Lumajang, serta Kampus Bondowoso. Buat info ya jadi Universitas Jember berusaha mengembangkan sayapnya ke daerah – daerah Tapal Kuda dan terdapat isu akan dibuka di Pasuruan. Nanti akan pos lanjutan tentang itu, Insyallah.

Intinya bahwa, Universitas Jember mengambil keputusan yang sangat penting karena berusaha untuk membangkitkan kembali demokrasi mahasiswa setelah berpuluh – puluh tahun yang lalu. Karena, ini merupakan kali kedua untuk menggelar pemilu.

Pemilu kedua ini dilaksanakan pada tanggal 07 Mei 2019. Pemimpin baik di tingkat UKM maupun di Eksekutif dan Legislatif mahasiswa. Pesta demokrasi di tingkat mahasiswa juga mengajarkan kepada kita bagaimana kita hidup dalam bernegara, sebagaimana kata Bung Karno, “Bahwa Kampus atau universitas adalah miniatur negara” sehingga saya sangat berharap seluruh mahasiswa jangan sampai ketinggalan atau bahkan apatis terhadap politik demokrasi. Karena disinilah ajang pembelajaran yg sangat berarti bagi mahasiswa (tutur Bagus, Mahasiswa Universitas Jember).

Ngeri bahasanya ya. Dari sini kita bisa tahu bahwa ada hal yang belum optimal untuk diselenggarakan seperti partisipasi mahasiswa yang kurang dan masih bersikap apatis. Karena angka golput juga tinggi.

Nah, temen – temen tergambar juga kan generasi udah kaya gini gimana kalo dimasa depan? Harapan pasti untuk golput harus diminimalisir bukan?

Ada banyak faktor seperti stigma buruk tentang Ormek, halangan tempat atau crash kuliah juga menjadi persoalan. Namun, sistem PEMIRA UNEJ sudah menggunakan E – Voting dalam melakukan pemilihan pada fakultas masing – masing.

Saya Airlangga, sekian opini saya, terima kasih sudah membaca.

Airlangga Nala Siswanto-Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Negeri Jember

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: