(Opini) Kalau Ricuh, Millenial Ngapain?

Kericuhan. (Mediaindonesia.com)

Thecocopost.id-JEMBER, INDONESIA. Indonesia merupakan negara yang kompleks dan heterogen. Bagaimana tidak, negara yang punya jumlah penduduk tertinggi keempat menurut World Bank ini punya wilayah yang sangat luas, beragam suku, dan juga beragam agamanya.

Saat ini kita berada di masa demokrasi Indonesia, yang dibuka sejak akhir dari masa orde baru. Namun jika kita tilik masalah baru-baru ini, ada aksi demokrasi dalam bentuk unjuk rasa yang entah apakah ini benar atau salah dan bagaimana sebagai kaum muda kita seharusnya bersikap?

Kejadian yang terjadi baru-baru ini bisa jadi merupakan penyampaian aspirasi atau malah dianggap sebagai kekacauan saja bagi segelintir orang. Belum ada motif yang maha benar akan hal ini. Namun, disinyalir awalnya bermula dari Pemilu serentak yang diadakan 17 April kemarin.

Apakah sekarang politik ini telah mengambil alih segala sektor? Tentu kita sebagai generasi muda seharusnya berpikir secara holistik dan menggunakan berbagai perspektif. Namun hal yang terjadi adalah banyaknya masyarakat yang berpikir secara instan dan terkesan mengadili pemerintah atau kubu demonstran.

Tentu ada kemungkinan karena kita tidak pernah tahu kapan politik akan bergejolak. Bahkan cuitan kita serasa dibungkam melalui kebijakan Kemenkominfo yang disampaikan lewat Siaran Persnya melalui pembatasan sosial media. Bahkan, kita harus terkoneksi dengan peladen milik negara lain dengan aplikasi VPN gratisan.

Untuk waktu 3 hari, ini merupakan kekacauan yang diakibatkan oleh pertikaian. Memang kita sebagai pemuda serasa dirugikan karena kita sebagai pemakai media sosial. Bukan untuk hubungan sosial, namun untuk pengiriman tugas, bahkan untuk bisnis kaum muda. Tapi sebagai agen pengubah tentunya kita juga mempunyai pemikiran yang netral dan damai dan tenang. Maka kita harus memikirkan apa yang menjadi beban pemerintah dan bagaimana aksi yang akan dilakukan ke depan untuk pemerintah.

Semua yang kita pikirkan dan lakukan harus berdasar. Jangan mudah tersulut oleh omongan segelintir orang saja, karena kita bukan “lambe turah” tapi kita diberikan akal budi oleh Sang Pencipta untuk berpikir secara rasional.

(ans)

Hits: 0

Bagikan:

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

Tinggalkan Balasan