(OPINI) Demam Rapsodi

Twitter Melody Nurramdhani Laksani

“Kasih dengar anganku bersuara, dia kan bernyanyi. Rapsodi indah yang kan bermuara di fajar hati.”

MALANG (INDONESIA), Thecocopost.id-Demam Rapsodi mulai menjangkiti para penggemar sebuah grup idola yang berbasis di Jakarta. JKT48 pada tanggal 22 Januari 2020 lalu resmi meluncurkan single terbarunya dalam bentuk musik dan video musik yang diunggah di Youtube.

Sejak tanggal itulah, tagar #JKT48Rapsodi terus bertengger di jajaran 20 besar cuitan terpopuler di Indonesia versi media sosial Twitter. Bahkan hingga hari ini, video musik Rapsodi telah menduduki video terpopuler urutan 19 versi Youtube.

Pertanyaannya, bagaimana sebuah single dari grup idola yang identik dengan aliran Japanese Pop (J-Pop) itu bisa membuat orang awam ikut mendengarkannya? Padahal, pada single-single sebelumnya, hanya penggemar saja yang benar-benar tertarik untuk mendengarkannya dan sedikit dari kalangan non-fans.

Sebelum menjawabnya, kita perlu mengetahui latar belakang dari munculnya single Rapsodi ini sendiri. Menurut penuturan General Manager JKT48 Melody Nurramdhani Laksani, Rapsodi pada awalnya adalah cita-cita JKT48 sebagai adik grup AKB48 di Jepang untuk bisa membawakan lagu ciptaan sendiri seperti halnya adik AKB48 lain, NMB48 dan SKE48.

GM yang pernah menjadi member JKT48 itu memohon pada Akimoto Yasushi, produser 48 Family di Jepang untuk mengabulkan keinginan itu. Dengan berbagai pertimbangan, salah satunya melihat performa JKT48 sendiri di Indonesia, sang produser akhirnya mengizinkan JKT48 untuk membuat single original-nya.

Dengan munculnya izin tersebut, lantas pihak JKT48 mengumumkan bahwa grup idola itu akan memiliki single original-nya. Pengumuman tersebut pertama kali dibacakan di Surabaya pada 22 Desember 2018 lalu.

Kemudian, pada pengumuman pra-Pemilihan Member Single Original, yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 lalu, pihak JKT48 akan merealisasikan single original itu. Para member yang berhak membawakan single tersebut didasarkan pada pemilihan yang dilakukan oleh para penggemar.

Menjelang pengumuman Pemilihan Member Single Original, JKT48 mengumumkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan musisi lokal Lale, Ilman, Nino sebagai komposer. Hal tersebut tentunya menunjukkan keseriusan dari JKT48 dalam menggarap single barunya. Apalagi tiga komposer itu sudah terkenal dalam menciptakan lagu di Indonesia.

Di akhir bulan November 2019, JKT48 resmi mengumumkan keenam belas member yang terpilih untuk membawakan single original tersebut. Shani Indira Natio terpilih sebagai center saat membawakan single itu.

Mengenai proses produksi lagu, Lale Ilman Nino mengaku tidak butuh waktu lama dalam pembuatannya. Menurut mereka, dalam konferensi pers perilisan single Rapsodi, pihak JKT48 sudah memiliki konsep terkait tema lagu yang akan diproduksi.

Saat itu, JKT48 ingin mengangkat tema pernikahan dengan memasukkan unsur musik Bridal Chorus. Komposer lantas memutar otak untuk bisa menghasilkan lagu dari arahan manajemen JKT48 itu. Sebagai informasi, musik Bridal Chorus ada di bagian awal Rapsodi.

Kurang lebih, seperti itu latar belakang dari adanya lagu berjudul Rapsodi itu. Lalu, kita akan membahas apa yang terjadi setelah lagu itu resmi dirilis ke publik.

Sebelum resmi dirilis ke publik, Rapsodi pertama kali diperkenalkan pada penggemar yang hadir pada konser ulang tahun JKT48 ke-8 di Tunjungan Plaza Surabaya. Kemudian, single itu kembali diperkenalkan melalui kanal televisi Indosiar.

Setelah resmi dirilis ke publik, ternyata banyak tanggapan baik yang diutarakan oleh penggemar. The Coco Post Indonesia telah memuat beberapa tanggapan penggemar di salah satu artikelnya. Secara garis besar, penggemar merasa puas.

Menurut analisis saya pribadi, Rapsodi memang cenderung easy listening untuk didengarkan jika dibandingkan lagu-lagu saduran AKB48 yang diterjemahkan. Lagi-lagu tersebut (saduran) cenderung lebih ceria karena mengikuti kultur musik dari Jepang.

Dengan keunggulan kultur musik yang sama dengan selera orang Indonesia, Rapsodi menjadi lebih cepat diterima oleh penikmat musik. Baik dari kalangan penggemar maupun orang-orang yang bukan dari kalangan penggemar JKT48.

“Kelingking kita berjanji, jari manis jadi saksi. Bahagia hingga sang bumi enggan berputar lagi.”

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: