Napoleon Terakhir

Hallo pembaca The Coco Post Indonesia.

Selamat datang di Edisi ke-2 “Sejarah Dunia Pada Hari Ini”

Tepat di hari ini. Pada 1870. Terjadi peristiwa yang amat memalukan bagi rakyat Prancis. Kaisar mereka, Napoleon III lengser setelah pasukan yang dipimpinnya menyerah pada Pasukan Prussia.

Lihatlah lukisan diatas. Karya A.C Mihael. Yang didasari oleh peristiwa sebenarnya.

Kekalahan, kekecewaan dan kelelahan. Bercampur menjadi satu.

Lukisan itu dapat anda cari dengan kata kunci “The Fallen Emperor & The Triumphant Statesman Talked Together”. Bahasa tubuh yang ada di lukisan itu begitu lugasnya. Terutama sosok Otto Von Bismarck.

Itulah momen saat Kaisar Napoleon III dengan berat hati mengakui kekalahan setelah Pertempuran Sedan pada Perang Prussia-Prancis. Perang yang dipicu karena tidak terimanya Prancis atas penyatuan Jerman menjadi satu negara. Moncer dengan sebutan Unification of Germany.

Perang Prussia-Prancis berlangsung singkat. Tidak sampai setahun. Tapi bagi bangsa Prancis, insiden itu akan diingat dalam waktu yang sangat lama. Bahkan hingga kini.

Kekalahan dalam Pertempuran Sedan adalah momen yang paling menghinakan sepanjang sejarah bangsa mereka berdiri.

Paris dijarah. Kaisarnya dipencundangi. Ia dipaksa untuk menandatangani perjanjian damai yang didiktekan oleh pemenang perang.

Selanjutnya, Napoleon III wajib mengundurkan diri. Sistem monarki dihapus untuk selamanya dari Tanah Prancis. Dan Republik direstorasi kembali untuk kali pertama. Sejak 1789.

Ternyata itu belum cukup. Prancis harus menyerahkan wilayah Alsace-Lorraine. Wilayah paling timur Prancis. Yang penduduknya banyak menggunakan Bahasa Jerman alias German Speaking People.

Wilayah ini sangat kaya sumber daya alam. Khususnya Batu Bara & Bijih Besi. Kehilangan wilayah ini adalah pukulan telak bagi Prancis. Sebanyak 75% dari kapasitas industrinya mengandalkan bahan baku dari wilayah itu.

Perang Prussia-Prancis memang singkat. Namun konsekuensi yang dihasilkan sangat mendalam. Pengimbangan kekuatan alias Balance of Power yang berusaha dijaga sejak 1815 menjadi rusak seketika.

Insiden singkat itu kelak akan memicu konflik yang jauh lebih besar.

2 perang dunia.

(fmi)

Fadel M. Irfan

Seorang jurnalis pertanian. Yang juga sangat senang sejarah.

%d blogger menyukai ini: