Mundur Bersalju

History.com

Thecocopost.id-MOSKOW, RUSIA. 3 hari yang lalu (19 Oktober) pada tahun 1812, Eropa digemparkan oleh keputusan yang diambil orang paling berkuasa saat itu, Napoleon Bonaparte.

“Mundur. Kita tinggalkan Moskow!”

Keputusan yang mengubah segalanya. Sudah 7 tahun sejak Napoleon bertahta sebagai kaisar, negaranya mendominasi jagat perpolitikan Eropa. Pengaruhnya tertancap kuat dan…

Wuessss, bahasanya kok jadi serius gini ya sahabat pembaca, hehe.

Yup, ini adalah soal mundurnya pasukan Napoleon, Grande Armée dari Moskow. Mengenai penyebab Napoleon menginvasi Rusia, sahabat bisa membacanya di Perlawanan Sengit.

Mundurnya Grande Armée dicatat sejarah sebagai bencana militer terbesar yang pernah dialami manusia. Yang awalnya Napoleon memimpin pasukan berjumlah 685.000 orang, tersisa hanya 10.000 jiwa. Sahabat pembaca bisa melihat ilustrasi yang digambarkan Encyclopedia Britannica berikut:

Encyclopedia Britannica

Nggak seperti negara lain, bangsa Rusia punya daya juang luar biasa. Negara ini memainkan strategi yang taktis meskipun konsekuensinya amat besar. Selain itu geografis Rusia yang luas mengakibatkan mobilisasi Grande Armée jadi lambat.

Tingginya angka kematian ternyata bukan diakibatkan terjangan peluru musuh, tetapi penyakit, kelaparan dan musim dingin. Coba deh sahabat pembaca bayangin ribetnya ngatur 685.000 tentara untuk urusan makan & buang hajat. Belum lagi pas mundur, mereka harus terpapar salju. Blunder bener deh si Napoleon ini.

Nah, permasalahan itulah yang kelak menjadi sebuah disiplin ilmu bernama Manajemen Logistik. Lucunya kesalahan Napoleon ini terulang kembali. Tepatnya pada tahun 1941 oleh pria galak berkumis kotak.

Sahabat pembaca tau kan dia itu siapa? 😀

(fmi)


Helmuth von Moltke

A Preußen Feldmarschall

%d blogger menyukai ini: