Mengenal Naming Rights, Skema Bisnis di MRT Jakarta

Jakartamrt.co.id

MALANG (INDONESIA), Thecocopost.id-Bagi pengguna moda transportasi MRT Jakarta, tentunya sudah tidak asing dengan beberapa nama stasiunnya yang bercampur dengan brand produk. Ternyata, itu merupakan salah satu bisnis yang dijalankan oleh PT MRT Jakarta selaku operator dari kereta MRT.

Di samping pendapatan dari penumpang yang menggunakan MRT, PT MRT Jakarta ternyata juga memiliki skema bisnis inovatif berbentuk kemitraan. Skema bisnis tersebut adalah naming rights atau hak perusahaan terpilih untuk memperoleh nama stasiun di MRT Jakarta sesuai ketentuan.

Di Indonesia, naming rights belum terlalu populer namun bisnis tersebut sudah dilakukan di Dubai Metro, Chicago Metro, Metro Boston, London Underground. Kemudian, adapula di Delhi-Gurgaon, Philadelphia Subway, Motre de Montreal, dan masih banyak lagi.

Sesuai dengan aturan MRT Jakarta, periode naming rights adalah 10 tahun. Perusahaan yang terpilih akan mendapat hak untuk menggunakan nama merek di jaringan rambu, marka penunjuk arah, dan rambu nama stasiun.

Perlu diketahui bahwa saat ini MRT Jakarta menyediakan naming rights di delapan stasiun. Kedelapan stasiun tersebut antaran lain Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, Blok M, dan Lebak Bulus.

Sementara itu, beberapa perusahaan yang diketahui telah memiliki naming rights di stasiun MRT Jakarta di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Stasiun Dukuh Atas BNI.
  2. PT Astra Internasional Tbk di Stasiun Setiabudi Astra.
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Stasiun Istora Mandiri.
  4. ASEAN di Stasiun Sisingamangaraja ASEAN.
  5. PT Bank Central Asia Tbk di Stasiun Blok M BCA.
  6. Grab di Stasiun Lebak Bulus Grab.

(ldr)


Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

%d blogger menyukai ini: