Mengenal Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar meninjau langsung pengerjaan train set LRT Sumsel oleh PT. Industri Kereta Api (INKA Persero), Jumat (16/3/2018). (suara.com/Andhiko).

Thecocopost.id-Palembang. Beberapa hari sebelumnya, Thecocopost.id memberitakan adanya proyek Light Rail Transit (LRT) yang berada di Sumatera Selatan. Namun, sudahkah kita mengenal apa itu LRT Sumsel ini? Thecocopost.id akan memperkenalkannya kepada anda.

Baca liputan mengenai LRT: Menhub: LRT Akan Mulai Beroperasi 15 Juli 2018

Light Rail Transit (LRT) adalah kendaraan atau alat transportasi yang menggunakan kereta api ringan. Disebut kereta api ringan karena bobot dari LRT jauh lebih ringan jika dibandingkan kereta api yang pada umumnya beroperasi antar kabupaten atau kota. Transportasi LRT ini juga pertama kali dibangun di Palembang, Sumatera Selatan untuk mendukung kegiatan Asian Games 2018.

Pengerjaan proyek LRT ini membutuhkan waktu selama kurang lebih 2 tahun 9 bulan. Proyek dimulai pada bulan Oktober 2015 hingga bulan Juli 2018.

Jika pada umumnya kereta api memiliki jalur rel yang dibangun di atas permukaan tanah, hal ini berbeda jika dibandingkan dengan LRT. Jalur rel LRT ini dibangun di atas tanah (elevated) atau tidak benar-benar diletakkan di atas permukaan tanah. Hal itu dikarenakan keterbatasan lahan yang ada di Palembang.

Hal lain yang patut dibanggakan dari LRT ini adalah seluruh proyek hingga operator kereta api LRT adalah anak bangsa (100 persen produk Indonesia). Prasarana LRT didesain dan dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Rangkaian kereta LRT diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (Persero). Pengoperasian kereta oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Serta persinyalan (rambu-rambu pada kereta api) dibangun oleh PT LEN Industri (Persero).

Profil LRT Sumsel

  • LRT di Sumatera Selatan memiliki delapan trainset (rangkaian kereta api), pada masing-masing trainset terdiri atas tiga kereta.
  • Kapasitas dari satu trainset LRT adalah 536 penumpang dengan rincian 128 penumpang duduk dan 406 penumpang berdiri.
  • Kecepatan maksimal kereta LRT ini 100 km/jam, namun dalam pengoperasiannya hanya sampai 85 km/jam saja.
  • Waktu yang ditempuh LRT dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Jakabaring Sport City adlaah 30-40 menit.
  • Fasilitas yang disediakan di dalam LRT antara lain AC, CCTV, dan WiFi.
  • LRT Sumsel menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Jakabaring Sport City.
  • Total panjang jalur 22,3 km.
  • Memiliki 13 stasiun pemberhentian.
  • Dalam sehari dioperasikan selama 18 jam dengan total 108 perjalanan.

Fakta-Fakta Penting LRT Sumsel

  • LRT Sumsel telah melakukan uji dan sertifikasi sarana untuk menunjang kemanan dan keselamatan. Pengujian yang dilakukan antara lain uji akselerasi, deselerasi, rem, kebisingan, getaran, dan temperatur udara.
  • LRT Sumsel memiliki berbagai manfaat seperti mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas masyarakat, dan mengurangi polusi udara.
  • Biaya pembangunan LRT Sumsel adalah Rp10,9 triliun, jauh lebih murah dari proyek LRT di Malaysia dan Manila, Filipina.
  • LRT Sumsel terintegrasi dengan alat transportasi lain seperti Bus Transmusi, Kapal Sungai ‘Bus Air’, dan Angkutan Perkotaan.

Sudah kenalkah sekarang dengan LRT Sumsel? Jika sudah ada baiknya kita sebagai warga negara yang baik mendukung adanya alat transportasi ini, yaitu dengan menggunakan alat transportasi ini sebaikk-baiknya dan merawat serta menjaga fasilitas yang ada di alat transportasi ini. (ldr)

Sumber: Media sosial resmi Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (www.instagram.com/ditjenperkeretaapian)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: