Memahami Festival Film

Thecocopost.id-Pernahkah CocoReader mendengar Cannes atau Berlinale? Bagaimana dengan Oscar? Pasti tahu dong.

Ketiganya adalah nama festival film yang punya prestige tinggi. Meskipun terkesan elit, festival film kini sifatnya makin inklusif. Coba perhatikan foto berikut:

Der Hohenfriedberger

Anak muda disamping Joko Anwar (kiri) ini adalah sineas muda jebolan IKJ bernama Wregas Bhanuteja. Mereka tentu beda jam terbang tapi sama-sama mewakili Indonesia dalam Sundance Film Festival 2019. Luar biasa bukan?

Tapi tunggu dulu. Ada rule of thumb yang harus diikuti oleh sineas yang ingin karyanya tembus festival. Bunyinya, paham bahasa film dengan paripurna.

Penting untuk dipahami bahwa film, apapun jenisnya, bukan sekedar video. Film juga bukan konten ecek-ecek yang akan diunggah di YouTube demi bisa viral.

No-no-no, treatment nya harus berbeda.

Film adalah kasta tertinggi seni. Film tidak boleh raw dan basic karena dihasilkan lewat sinergi audiovisual yang semakin waktu semakin advance.

Sehingga pendekatan filmmaking harus senantiasa memprioritaskan kualitas dan precision. Hal ini sejatinya krusial tapi seringkali diabaikan.

Film buruk dipastikan punya kedalaman cerita, audience logics, estetika, dan relevansi kehidupan yang menyebalkan. Pangkal masalah itu bisa dilacak pada visual shot per scenes yang dibuat serampangan.

Mestinya, shots wajib punya makna yang lebih dalam daripada tampilan audiovisualnya itu sendiri. Thus, bisa mempengaruhi pikiran dan perasaan audiens. Begitulah medium normatifnya.

Bagi sahabat CocoReader yang masih awam, inti festival film adalah menonton dan diskusi. Selebihnya, festival adalah tempat promosi, berkenalan, dan kolaborasi bagi sineas.

Kini, semakin banyak festival film yang tidak lagi dimonopoli oleh PH. Semua kalangan bisa ikut serta, termasuk untuk student category.

Nah kebetulan film pendek karya Coco Film — anak usaha The Coco Post Indonesia yang berjudul Kirangan, berhasil lolos di Festival AEW 2020 yang diadakan di Jogja National Museum.

Link ada dibawah, jangan lupa berikan kritik yang membangun ya CocoReader.

(hvm)


Helmuth von Moltke

A Preußen Feldmarschall

%d blogger menyukai ini: