Maharani dari Timur Eropa

Britannica.com

Suara meriam berdentum dimana-mana. Disusul asap dari tembakan musket yang membubung pekat di udara. Begitulah suasana ibukota Rusia pada 22 September, 1762 lalu.

Perayaan tersebut menandai dilantiknya seorang Maharani, penyebutan Bahasa Indonesia untuk empress — kaisar wanita. Dalam Bahasa Rusia disebut tsarina (tsar untuk laki-laki).

Maharani itu bernama Catherine. Bila dibahasa – Rusiakan, penyebutannya menjadi Yekaterina. Dan saya lebih suka menyebutnya Yekaterina. Di zaman ini, Rusia adalah kekaisaran. Ibukotanya bukan Moskow, tapi St. Petersburg.

Wilayahnya terbentang dari Latvia hingga semenanjung Krimea. Negara yang besar. Indah panoramanya. Penuh potensi. Serta kaya sumber dayanya.

Namun Rusia memiliki banyak kekurangan. Infrastrukturnya buruk sekali. Perekonomiannya banyak mengandalkan sektor pertanian tradisional. Padahal negara lain seperti Inggris sudah mulai membangun sektor ekonomi baru, manufaktur.

Yang paling parah, 80% orang Rusia terjebak dalam serfdom. Status terikat sejak lahir untuk menjadi petani penggarap pada lahan milik kaum tuan tanah. Kesenjangan ekonomi masyarakat Rusia begitu akut.

Kondisi ini dipahami dengan baik oleh Yekaterina. Ia tak ingin Rusia tertinggal. Apalagi, Moskow berambisi menjadi Romawi ketiga. Ambisi yang dipupuk dengan mantap sejak Konstantinopel ditaklukan Turki Ottoman.

Masa pemerintahan Yekaterina banyak membawa kemajuan bagi Rusia. Dalam bidang ekonomi, ia memperkenalkan reformasi agraria & banyak melakukan alih teknologi pertanian dari negara lain.

Ia juga sangat mendorong perluasan dagang, khususnya dengan Inggris. Dibidang ilmu pengetahuan & seni, ia banyak mendirikan universitas maupun teater di daerah serta mengalokasikan anggaran khusus. Yang paling terkenal adalah Teater Bolshoi.

Diakhir masa pemerintahannya, militer Rusia adalah yang terkuat. Negara yang dipimpinnya berhasil menjadi kekuatan utama dalam kancah perpolitikan dan diplomasi di Eropa.

Pencapaian ini ditulis sejarah sebagai masa keemasan kekaisaran Rusia. Sampai-sampai HBO membuat sebuah TV series yang akan dirilis 21 Oktober mendatang.

Nama Yekaterina pun disejajarkan dengan Peter, pendahulunya. Mereka berdua dianugerahi gelar The Great.

Yekaterina. Sepertinya nama itu akan saya berikan untuk seekor kucing cantik di Sekicau.

(fmi)

Fadel M. Irfan

Jurnalis pertanian yang sangat senang sejarah.

%d blogger menyukai ini: