Komunitas Jejak Railfans, Penelusur Rel Bersejarah

Thecocopost.id-Jakarta. Kereta api adalah salah satu trasportasi massal yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia saat ini. Rangkaian panjang yang ditarik lokomotif ini juga selalu tinggi permintaannya saat musim-musim tertentu seperti musim liburan atau hari raya. Namun, tahukah jika selain diminati masyarakat luas, moda transportasi ini juga disukai oleh beberapa orang yang tergabung dalam komunitas yang disebut “Railfans”.

Komunitas yang disebut “Railfans” ini adalah komunitas di mana banyak orang sesama pecinta kereta api berkumpul, bertukar informasi, dan melakukan hobi yang mereka sukai bersama-sama. Salah satu dari komunitas jenis ini adalah “Jejak Railfans”.

Komunitas “Jejak Railfans” adalah salah satu jenis dari komunitas “Railfans” yang didirikan oleh Tias dan beberapa pemuda lain yang punya hobi yang sama yaitu menelusuri peninggalan perkeretaapian di masa lampau. Komunitas yang satu ini memang merupakan wadah untuk berkumpulnya para “Railfans” yang hobi dalam mencari peninggalan-peninggalan sejarah masa lalu.

Seperti yang dijelaskan oleh Tias, salah satu penggagas komunitas ini (dikutip dari harian KOMPAS 10 April 2018), komunitas ini sudah mencari, menemukan, dan mendokumentasikan temuan bersejarah salah satunya adalah jalur yang menghubungkan Purwokerto dan Wonosobo. Pencarian itu, dilakukan menggunakan arsip peta jalur kereta api yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Tias dan komunitasnya mengunjungi tempat itu dan juga bertemu dengan mantan Kepala Stasiun Wonosobo. Hal yang diperbincangkan seputar kesibukan yang terjadi di jalur tersebut ketika masih aktif. Tidak lupa Tias dan Komunitas Jejak Railfans ini mendokumentasikan temuannya ini.

Dokumentasi dalam Komunitas Jejak Railfans adalah aspek yang sangat penting untuk mempelajari sejarah perkeretaapian di masa itu. Hasil dokumentasi ini kemudian dipublikasikan melalui media sosial. Selain itu, Komunitas Jejak Railfans juga melaporkan hasil temuannya ini ke bagian Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Selain kegiatan pencarian hingga mendokumentasikan sisa peninggalan sejarah perkeretaapian yang mereka temukan, Komunitas Jejak Railfans ternyata juga memiliki kegiatan lain yang berguna bagi masyarakat. Seperti komunitas “Railfans” pada umumnya, komunitas ini juga membantu dalam pemberian informasi mengenai perkembangan layanan perkeretaapian.

Pada waktu musim mudik lebaran, Komunitas Jejak Railfans juga sering diundang oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menjadi relawan. Relawan ini bertugas dalam membantu penumpang yang akan melaksanakan mudik lebaran yaitu menunjukkan posisi keretanya. Tidak hanya Komunitas Jejak Railfans saja yang menjadi relawan, namun juga anggota dari beberapa komunitas “Railfans” lainnya.

Meskipun tergabung dalam sebuah komunitas, Tias dan anggota Komunitas Jejak Railfans mengakui jika mereka bukan penumpang yang istimewa tetapi hanya penumpang biasa. Namun, perbedaan yang mendasar adalah mereka adalah penumpang yang memiliki kecintaan lebih di bidang perkeretaapian.

Kecintaan ini dapat tumbuh salah satunya karena pengalaman masa kecil. Tias mengatakan, dia bertempat tinggal tidak jauh dari Stasiun Cakung. Dia juga sering diajak ayahnya untuk membeli kaset Iwan Fals naik kereta api. Selain itu, rekannya Angga mengatakan, dia bertempat tinggal di Stasiun Karet. Dia ingat saat itu dia disuapi makan ibunya sambil melihat kereta api. Karena pengalaman itulah, mereka berdua akhirnya memiliki kecintaan pada kereta api.

Angga, penanggung jawab Komunitas Jejak Railfans mengatakan, kecintaannya kepada kereta api memotivasinya untuk bercita-cita bekerja di perusahaan kereta api. Dia sudah melalui beberapa tes dan lolos namun, dia gagal pada tes buta warna. Salah satu solusinya untuk tetap menyambung cita-citanya ini adalah dengan mengikuti komunitas kereta api. (ldr)

Sumber gambar: Harian KOMPAS 10 April 2018


Tulisan ini ditulis oleh Herlambang Jaluardi untuk Harian KOMPAS 10 April 2018 dan dikembangkan serta dipublikasikan kembali oleh The Coco Post.

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

%d blogger menyukai ini: