Kenalan Yuk: Istilah Return to Base Dalam Dunia Penerbangan

Indoaviation.asia

Thecocopost.id-MALANG, INDONESIA. Halo teman-teman setia pembaca The Coco Post Indonesia. Pernahkan teman-teman berpikir, apakah mungkin sebuah pesawat terbang kembali menuju bandara keberangkatan setelah take-off?

Hmmm? Kira-kira hal tersebut mengapa bisa terjadi? Apakah pernah terjadi di Indonesia? Yuk, kita ulas mengenai hal ini dan beberapa contoh yang terjadi di Indonesia.

Dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Perhubungan, kembalinya pesawat setelah take-off dari bandara keberangkatan adalah artian dari Return to Base.

Biasanya, Return to Base akan dilakukan jika pesawat terjadi sesuatu keadaan darurat. Keadaan darurat yang dimaksud adalah, bagian pesawat yang tidak berfungsi, ancaman teror, dan cuaca buruk.

Selain itu, penumpang yang butuh pertolongan dokter secara cepat, merupakan salah satu keadaan yang bisa dilakukan untuk mengambil keputusan Return to Base.

Dilansir dari situs resmi CNBC Indonesia, pada 13 September 2019, Garuda Indonesia pernah mengalami Return to Base. Pesawat ini merupakan penerbangan haji dengan rute Madinah-Kuala Namu-Solo. Awalnya, pesawat landing pada Kuala Namu dengan lancar.

Setelah itu, pesawat melakukan take-off untuk melanjutkan perjalan menuju kota Solo. Setelah 30 menit mengudara, ada panel yang menunjukkan sesuatu dengan memberikan sinyal.

Sesuai SOP, Sang Pilot lalu melaksanakan Return to Base kembali ke Kuala Namu, untuk melakukan pemeriksaan pesawat lebih lanjut.

Jadi, begitulah penjelasan singkat dan contoh kasus mengenai Return to Base di Indonesia. Apakah teman-teman pernah mengalami Return to Base saat menaiki pesawat? Yuk sharing bersama dengan The Coco Post Indonesia, dengan memberikan komentar ya.

(Kemenhub/CNBC/mbw)

Mochammad Bagas Widiyakto

Lahir di Jakarta, 20 Juli 1997. Pemiliki akun twitter: @bagaswdykt, Instagram: bagaswidiyakto. Contact Person: bagaswidiyakto20@gmail.com

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: