Kembali ke Pelupuk Putih

Ilustrasi Mata Indah (cdn.vox-cdn.com)

Tidak ada satupun orang yang tahu akan kehidupanku
Malang dan berliku yang terarah dengan sangat baik
Kali ini kita harus cermat dan cerdas untuk menjalani hidup yang seberat sak beras satu ton
Kita beranjak dengan sangat tidak terpikirkan

Khalayak angin yang berlalu, tak pasti dan tak tahu dimana kita akan berhenti
Mencari tahu pun percuma kita hanyalah makhluk biasa dengan cara nalar yang sama
Tapi kita juga spesial juga, jangan salah semuanya bukan berarti kita ga berarti
Rasa yang sudah mati tak akan hidup sejuta tahun lagi

Rasa yang terpaku dan hanya menjajali segenap tenaga yang tak kunjung selesai
Darah yang semestinya ada tak kunjung menggenangi saat ini
Orang dengan cita rasanya masing – masing
Tak peduli dengan resiko yang semestinya tidak pernah hadir

Tapi cahaya putih selalu mengunjungiku dengan tangan halusnya
Memang balutannya itu tiada tara untuk diingat kembali
Andaikan aku bisa membalasnya pasti akan kubalas dengan senyum terbaikku
Curahan cahaya memang belum terasa terang dan belum menjadikanku ingin terbang

(ans)


Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: