Kelewat Muda

CGWC Blog

Dia masih belia. Wajahnya manis nan tampan, umurnya 20 an. Namanya Ralleigh, perwira angkatan darat Inggris yang sedang menghadap komandannya di Amiens, Prancis.

Kelihatan betul kalau dia ini dari keluarga berada. Namun, dia jadi perwira bukan karena mengenyam pendidikan di akademi militer, tapi karena purchased commision. Inilah yang menjelaskan, Ralleigh, sosok newbie berpangkat Letnan bisa bertemu komadannya langsung, Brigadir Jenderal Morthy yang tak lain adalah pamannya sendiri.

Mereka berdua terlibat percakapan ringan. Awalnya. Sampai Ralleigh bertanya “kapan aku bisa ambil bagian paman?” Buset betul, ambil bagian yang dimaksud adalah perang dunia pertama.

Ekspresi pamannya tiba-tiba muram. Ia bicara dengan nada lirih “Nak, kau tau, perang ini…” Belum selesai menjelaskan, Ralleigh menyelanya “Aku tau. Aku memang mengingkan ini”.

Ya sudah, apa boleh buat? Pemuda satu ini memang keras kepala. Sejurus kemudian seorang Sersan Mayor menghampiri, pertanda kalau sang komandan telah merestui keputusannya itu. Excited betul lah si Ralleigh ini.

Nahas, itulah momen terakhir sebelum kebebasannya direnggut oleh ganasnya perang. Seminggu kemudian Ralleigh tewas, tembakan artileri Jerman menghancurkan tulang sum-sumnya. Ternyata, pamannya menempatkan Ralleigh di Somme, ya ampun.

(fmi)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
error: Content is protected !!