Kebodohan Epik

Thecocopost.id-Bagi CocoReader yang sedang ataupun akan berkuliah, SNMPTN tentu tak asing bagi anda. Namun apa jadinya bila seleksi yang menentukan lolos/tidaknya seseorang di PTN tersebut, pendaftarannya dibuat asal-asalan?

Ini serius memang terjadi. Alih-alih menggunakan foto asli dirinya pada laman pendaftaran SNMPTN, Si Sul, sebut saja begitu, malah menggunakan foto meme Ricardo Milos. Penari striptease asal Brazil.

Bukan main memang. Motivasi Si Sul awalnya memang iseng. Naaah, ketika “beliau” ini akan mengganti foto dirinya pada H-1, ternyata malah ditolak oleh server SNMPTN nya. Wah, memang dasar kelakukan warga +62. Berikut adalah penampakannya:

Suara

Akibat hal itu, Si Sul akhirnya dimarahi habis-habisan oleh sang guru BK. Saya pribadi sangat menyayangkan hal ini terjadi. Bisa-bisanya pendaftaran seleksi perguruan tinggi diperlakukan demikian. Kalau sudah begini, kesempatan Si Sul buat melanjutkan masa depannya, tanpa harus susah payah tes kan sia-sia.

Hanya gara-gara foto meme, kesempatan emas untuk diterima lewat jalur undangan kandas. Ya ampun. Apalagi siswa/i yang bisa mendaftar SNMPTN bukanlah orang sembarangan. Hanya 40% siswa dari sekolah terakreditasi A. Angka itu jauh lebih ketat dari tahun saya (2016) yang 75%.

Kan siapa tau, Si Sul punya nilai rapor yang baik dengan prestasi yang mentereng. Kan enak, bisa diterima di PTN dengan tidak susah-susah buat tes. Tidak harus belajar lagi. Apalagi harus keluar waktu plus biaya untuk ikut les tambahan yang macam-macam.

Diterima SNMPTN itu nikmat betul lah buat anak SMA. Wong mekanismenya cuma input nilai & prestasi, daftar, pilih PTN & prodinya dengan cermat lalu tunggu hasil. Kalau lolos tinggal survey lokasi, cari kos-kosan, dan siapkan mental untuk “beralih” ke mahasiswa.

Ah tapi apa daya Si Sul ini. Malang betul nasibnya. Entah apa yang ada di benak Si Sul bisa berbuat seperti itu. Pasti dia sekarang sedang menyesal sejadi-jadinya.

Ini pelajaran buat kita semua. Termasuk saya sendiri. Betul lah apa yang termaktub pada teori strategi. Khususnya yang dianut para Perwira Militer Prussia. Kesalahan seringkali datang dari hal yang remeh temeh.

(hvm)


Helmuth von Moltke

A Preußen Feldmarschall

%d blogger menyukai ini: