KAI Waspadai Perlintasan Tak Berpintu

Foto: Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI Muhammad Zamroni dan Kapolda DI Yogyakarta Brigjen Pol, Ahmad Dofiri beserta sejumlah pejabat menaiki kereta diesel untuk melakukan pemantauan jalur kereta api dari Yogyakarta menuju Wates saat akan berangkat di stasiun Tugu, kota Yogyakarta, kamis (31/5/2018). Pemantauan tersbeut untuk memastikan kesipan jalur kereta api dalam menghadapi angkutan Lebaran 2018. (TRIBUNJOGJA.COM/Hasan Sakri)

Thecocopost.id-Yogyakarta. Menjelang masa angkutan mudik Lebaran 2018, PT KAI Daop VI Yogyakarta mewaspadai jalur KA yang tak berpintu.

PT KAI menghimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan saat melintas karena frekuensi perjalanan KA meningkat pada masa angkutan mudik Lebaran 2018.

Di Daop VI Yogyakarta sendiri, terdapat 364 perlintasan tak berpintu dan diantaranya adalah perlintasan tak resmi.

Dari total perlintasan tak berpintu, 29 perlintasan telah dilakukan upaya penutupan sejak beberapa waktu terakhir untuk keselamatan masyarakat.

Eko Purwanto, Kepala PT KAI Daop VI Yogyakarta seperti dilansir dari laman TribunJogja.com mengatakan, pihaknya siap menyambut arus mudik dan balik tahun 2018.

Kondisi sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung lainnya telah dilakukan pengecekan dan dalam kondisi baik.

Namun, pada Lebaran 2018 ini, PT KAI Daop VI Yogyakarta lebih memfokuskan penjagaan di perlintasan KA tak berpintu.

Saat ini, pihak PT KAI Daop VI Yogyakarta sudah berkoordinasi dengan Kapolda DIY dan Danrem 072/Pamunkas untuk meningkatkan himbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga keselamatan ketika melintas dan memprioritaskan perjalanan KA.

“KA punya karekteristik yang beda dari kendaraan umum di jalan, sehingga harus didahulukan. Sebisa mungkin masyarakat tidak terburu-buru ketika akan melintasi perlintasan KA,” kata Eko.

Menurutnya, ada 17 titik perlinasan yang memiliki volume kendaraan melintasnya tinggi. Pada perlintasan tersebut, pihaknya akan menyiagakan 34 orang petugas untuk melakukan pengaturan.

Penambahan petugas tersebut merupakan antisipasi dari Daop VI Yogyakarta mengingat pada tahun ini ada tambahan 7 rangkaian KA yang diberangkatkan dari Solo, Stasiun Lempuyangan, dan Stasiun Tugu.

Dengan tambahan rangkaian tersebut, PT KAI Daop VI memprediksi adanya peningkatan volume penumpang hingga 10 persen.

“Masinis, kondektur, kru, dan semuanya yang ada di sektor pelayanan sudah disiapkan. Saat ini semua masih berjalan sesuai rencana,” ujar Eko.

Kapolda DIY Pastikan Jalur KA Aman

Sementara itu, Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengaakan, kondisi jalur KA dalam kondisi baik dari sisi keamanan dan kenyamanan berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan.

Pihaknya berharap semua berjalan lancar tanpa kendala dan mewaspadai adanya perlintasan tak berpintu.

Menurut Dofiri, jumlah perlintasan tak berpintu ini banyak dan mayoritas masih dapat diakses oleh sepeda motor dan pejalan kaki.

Dofiri mengatakan, masyarakat sebisa mungkin meningkatkan kewaspadaan karena frekuensi perjalanan KA bertambah.

Untuk masa Lebaran 2018, Polda DIY menempatkan 31 posko keamanan dam pelayanan di stasiun-stasiun besar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

%d blogger menyukai ini: