KAI Beri Larangan Masyarakat Ngabuburit di Jalur Kereta

Foto: Petugas KAI mengusir yang ngabuburit di jalur kereta api Cicalengka (Istimewa)

Thecocopost.id-Bandung. PT KAI mengeluarkan larangan kepada masyarakat yang menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di sepanjang jalur kereta api. Aktivitas ini dirasa membahayakan dan melanggar undang-undang.

Joni Martinus, Manager Humas PT KAI Daop II Bandung menegaskan (dikutip dari Medcom.id), sesuai UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, jalur kereta api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api. “Jadi tidak boleh ada orang yang nerada di lintasan kereta api karena sangat membahayakan.” Tambah Joni.

Aturan lain mengenai larangan tersebut juga terdapat pada Pasa 181 ayat (1) UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menyatakan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Pelanggar dari aturan-aturan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta. Untuk itu, Joni menghimbau masyarakat untuk membantu menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan memberi pengertian atau teguran jika melihat ada masyarakat yang bermain atau berkegiatan di jalur kereta api.

“Jangan melakukan kegiatan apapun di jalur KA. Mengingat banyak kejadian kecelakaan akibat korban sedang berjalan atau iseng nongkrong di jalur KA.” Tambah Joni. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

%d blogger menyukai ini: